ppg

Purwokerto- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP) menggelar kegiatan Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Bersubsidi Gelombang III tahun 2018/2019. Kegiatan yang dihelat pada tanggal 2-4 Agustus ini diikuti oleh 25 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 23 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Mereka berasal dari beberapa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)dan Non LPTK di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa.

Pada kegiatan hari pertama, tersaji 5 materi. Salah satu materi pada hari pertama adalah kuliah umum yang disampaikan oleh Rektor UMP Dr.H. Syamsuhadi Irsyad, M.H sekaligus membuka acara Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru. Beliau menegaskan bahwa PPG merupakan salah satu terobosan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas calon guru yang profesional. Tidak semua LPTK di Indonesia bisa menyelenggarakan kegiatan ini. “Terdapat 42 Universitas yang yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah.Salah satu Universitas yang terpilih adalah UMP,kata Rektor UMP saat menyampaikan kuliah umum sekaligus membuka acara. Beliau juga berharap PPG di UMP membawa banyak manfaat. Langkah yang diambil oleh UMP sebagai upaya merealisasikan harapan tersebut adalah dengan menghadirkan tenaga-tenaga terbaik untuk menjadi pendidik di PPG UMP. Selain lulusan dalam negeri, UMP juga merekrut lulusan luar negeri sebagai tenaga pendidik di PPG UMP.

Harapan lain juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMP, Drs. Ahmad, M.Pd. Beliau mengatakan, salah satu tujuan pemerintah menempatkan beberapa peserta PPG jauh dari tempat asalnya adalah untuk meningkatkan rasa patriotisme dan cinta tanah air.“Semoga menambah semangat dan sesuai dengan UUD pemerintah,” tandasnya.

Salah satu peserta dalam kegiatan ini adalah Ihda Nazaliatul Laili. Ia berasal dari UNDIP Semarang dan satu-satunya mahasiswa PPG yang berasal dari non LPTK. Meskipun berasal dari perguruan tinggi non LPTK, ia memiliki keinginan yang tinggi untuk menjadi seorang guru. Awalnya ia tidak paham apa itu LPTK dan non LPTK. Jadi basic keluarga saya kan keluarga sederhana.Bapak juga pendidikannya tidak sampai perguruan tinggi, jadi tidak ada yang mengarahkan saya ketika akan masuk kuliah. Setelah kuliah baru tahu kalau ingin jadi guru itu harus dari fakultas pendidikan.Cuma karena sudah terlanjur masuk ya sudah diteruskan sampai selesai, tuturnya.

Ihda mengakui, keinginannya menjadi seorang guru tidak luntur meskpiun mengenyam pendidikan di perguruan tinggi non LPTK. Tujuannya memang ingin menjadi guru.Tapi ilmu yang saya dapatkan itu ilmu murni.Tidak mendapatkan ilmu tentang kependidikan apalagi ilmu tentang bikin RPP atau silabus.Tapi aku pengen jadi guru.Aku banyak sharing sama teman. Sampai akhirnya ada yang menjelaskan tentang PPG. Ternyata dari non kependidikan juga bias ikut,” katanya.

Berasal dari perguruan tinggi non LPTK menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Ihda ketika akan mengambil program PPG. Ia khawatir tidak bisa memahami secara komprehensif materi-materi yang diberikan selama kegiatan PPG. Namun kekhawatiran itu kian terkikis setelah mengikuti serangkaian kegiatan Orientasi Akademik. Ia mengakui kegiatan Orientasi Akademik banyak memberikan ilmu yang bermanfaat sebagai bekalnya untuk mengikuti program PPG.[pita]

You are here: Home Berita Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang III Memberikan banyak Manfaat

Pengunjung

264930
TodayToday35
This MonthThis Month3385
All DaysAll Days264930

Kontak Kami

logo fkipump
 
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh PO BOX 202
Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas
Telp : (0281) 636751, 630463, ext. 134
Fax  : (0281) 637239