{"id":5080,"date":"2026-03-01T16:06:00","date_gmt":"2026-03-01T16:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/?p=5080"},"modified":"2026-03-02T04:11:10","modified_gmt":"2026-03-02T04:11:10","slug":"the-power-of-basmalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/2026\/03\/01\/the-power-of-basmalah\/","title":{"rendered":"The Power of Basmalah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh: Desi Endah Lestari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>(Alumni PG PAUD UMP)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, sangat penting untuk mengkaji kembali nilai dan makna penting basmalah sebagai bentuk fondasi dan penyandaran diri kepada Allah SWT. Terutama dalam bulan suci Ramadan, di mana umat muslim melakukan ibadah puasa sejak terbit hingga terbenam matahari.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain puasa, bulan ini juga merupakan waktu dalam meningkatkan ibadah sunah baik itu shalat sunah tarawih, membaca Al-Qur\u2019an, serta mengamalkan amalan lain yang dianjurkan di bulan mulia ini. Di tengah rutinitas ibadah yang meningkat di bulan Ramadan, penting bagi kita untuk kembali memahami makna Basmalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini kita memulai segala sesuatu dengan mengucap \u201cBismillah\u201d atau \u201cBismillahirrahmanirrahim\u201d. Saking terbiasanya kita tidak sadar akan makna kalimat yang menyimpan esensi begitu sangat mendalam. Basmalah memiliki dampak positif dalam membentuk kesadaran spiritual seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Tentang makna mengingat lewat satu kalimat yang mampu menggerakkan kompas moral (nurani) ke arah yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Al-Qur\u2019an surah An-Naml ayat 30, Allah SWT menerangkan kisah tentang Nabi Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Balqis yang disampaikan burung hud-hud. Terjemahan ayat itu, \u201cSesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaiman yang isinya (berbunyi,) \u2018Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.\u2019\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Mardawaih dari Buraidah terkait ayat tersebut, Rasulullah SAW menerangkan, \u201cTelah diturunkan kepadaku satu ayat yang tidak pernah diturunkan kepada seorang Nabi pun selain Nabi Sulaiman dan aku, yaitu Bismillahirrahmanirrahiim.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Utsman bin Affan pernah bertanya tentang makna basmalah, maka beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam menjawab, \u201cSesungguhnya ia adalah salah satu dari nama-nama Allah yang agung, begitu dekatnya basmalah dengan nama Allah, seperti dekatnya biji mata yang hitam dengan biji mata yang putih.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Basmalah bukan sekadar lafaz pembuka dalam ucapan maupun tulisan, melainkan mengandung nilai-nilai tauhid, keikhlasan, adab, dan ibadah. Pengucapannya menjadi bentuk penyadaran diri akan Allah serta sebagai sarana untuk menghubungkan aktivitas duniawi dengan nilai-nilai keagamaan yang mendatangkan keberkahan, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah serta ampunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u0643\u064f\u0644\u064f\u0651 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u0627\u0644\u064d \u0644\u0627 \u064a\u064f\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u064f \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0628\u0650\u0640: \u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u0631\u064f<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: \u201cSetiap perkara penting yang tidak diawali dengan \u2018Bismillahirrahmanirrah\u00eem\u2019, maka amal tersebut terputus (keberkahannya).\u201d (HR. Al-Kha\u021b\u012bb dalam al-J\u0101mi\u2019, dari jalur ar-R\u0101hawaih dalam al-Arba&#8217;in, dan as-Subk\u012b dalam Tabaq\u0101t).<\/p>\n\n\n\n<p>Hadis ini memiliki kalimat yang sangat singkat namun bermakna sangat mendalam. Saking pentingnya, Allah membuka firman-Nya di dalam Al-Qur\u2019an dengan kalimat \u2018Bismillahirrahmanirrahim\u2019. Sejak awal diturunkannya wahyu Allah yaitu Al-Qur\u2019an, Allah mengawali wahyu-Nya dengan basmalah. Ini menunjukkan pentingnya memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Islam, pembukaan dengan bismillah adalah bentuk permohonan pertolongan (isti\u2019nah) kepada Allah sekaligus bentuk berserah diri dan memasrahkan hasil kepada Allah (Shihab, 2000).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan membiasakan diri di bulan Ramadan memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, seorang hamba akan selalu mengaitkan niat, usaha, dan hasil kepada Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala, serta menghadirkan nilai ibadah dalam seluruh aspek hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bismillah merupakan bentengnya orang-orang mindful. Mindful itu orang-orang yang bisa hadir secara utuh, penuh, dan sungguh-sungguh dalam pekerjaan mereka dan amanah-amanah lain yang diberikan kepada mereka. Dan ini konsekuensinya bahwa perbuatan kita akan dilihat serta dipertanggungjawabkan bukan saja ke manusia, dan ini merupakan salah satu penjagaan terhadap diri kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa-apa yang tidak bisa kau mulai dengan Bismillah jangan kau teruskan. Ada hal-hal yang tidak mungkin dimulai dengan bismillah, contoh saat berbohong dan orang mencuri. Nalar dan nurani pasti akan menentang akan hal itu. Jadi dengan sendirinya perilaku kita akan terfilter dan benar-benar kita punya kendali atas diri kita karena kita yakin kepada Allah dengan mengucap Bismillah sampai dengan hasil terserah kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya baik dan buruk terserah kepada-Nya dan kita akan memiliki ketenangan di dalamnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Desi Endah Lestari (Alumni PG PAUD UMP) Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, sangat penting untuk mengkaji kembali nilai dan makna penting basmalah sebagai bentuk fondasi dan penyandaran diri kepada Allah SWT. Terutama dalam bulan suci Ramadan, di mana umat muslim melakukan ibadah puasa sejak terbit hingga terbenam matahari. Selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5081,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-5080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5082,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080\/revisions\/5082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkip.ump.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}