UMP Perkuat Internasionalisasi Budaya Melalui Penampilan Macapat Mahasiswa PGSD dan BIPA

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan penampilan tembang macapat yang melibatkan mahasiswa PGSD bersama mahasiswa Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMP dalam memperkuat internasionalisasi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada mahasiswa internasional.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Macapat di Program Studi PGSD dan pembelajaran budaya Indonesia bagi mahasiswa BIPA. Melalui penampilan tersebut, para peserta tidak hanya belajar melagukan tembang macapat, tetapi juga memahami nilai moral, filosofi kehidupan, serta pesan budaya yang terkandung di dalam setiap tembang.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Macapat PGSD UMP, Dr. Pratik Hari Yuwono, S.Sn., M.A., menjelaskan bahwa pembelajaran macapat merupakan salah satu cara untuk mendekatkan mahasiswa dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Menurutnya, macapat bukan sekadar seni suara, melainkan warisan sastra yang mengandung berbagai nilai kehidupan yang perlu dipahami dan dilestarikan oleh generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional yang mengikuti program BIPA. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu membawakan tembang macapat, tetapi juga memahami makna dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP UMP, Dedy Irawan, M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penampilan macapat memang menjadi bagian dari penilaian mata kuliah. Namun demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, melainkan juga mampu menikmati, mengapresiasi, serta memaknai seni dan sastra sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa PGSD dan mahasiswa BIPA, UMP menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang berwawasan internasional tanpa meninggalkan nilai nilai budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya di lingkungan akademik yang semakin beragam.

Sumber: