FKIP UMP Sesuaikan Kurikulum 11 Program Studi untuk Cetak Lulusan Kompeten dan Berdaya Saing

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing. Salah satunya dengan melakukan penyesuaian kurikulum pada 11 program studi, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.

Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, menjelaskan bahwa penyesuaian ini mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sebagai ciri khas UMP.

“Penyesuaian kurikulum ini dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan dunia pendidikan dan tuntutan industri 4.0. Kami ingin memastikan bahwa lulusan FKIP UMP siap menjadi pendidik yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Dr. Elly Hasan Sadeli.

Dijhelaskan, sebanyak 11 program studi yang terlibat dalam penyesuaian kurikulum ini adalah Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Profesi Guru.

“Kurikulum baru ini memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa melalui berbagai program MBKM, seperti kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi, mengikuti program magang, penelitian, pertukaran mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Penyesuaian ini juga mengusung inovasi dalam pembelajaran, termasuk penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Masa Depan yang fokus pada penguasaan teknologi pendidikan, keterampilan abad ke-21 (4C: komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas), serta pendidikan berbasis lingkungan hidup (Green Education). Selain itu, model pembelajaran hybrid dan program sertifikasi seperti TESOL dan STEM Teaching Certification juga menjadi bagian dari kurikulum baru.

“FKIP UMP berharap melalui langkah ini, para lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi UMP untuk menjadi universitas yang unggul, modern, dan Islami,” pungaksnya.(ehs/tgr)

AJARKAN PESAN MORAL PADA KHALAYAK LUAS: PGSD UMP GELAR PERTUNJUKAN TARI DAN DRAMA

Pentas Drama dan Tari yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Kamis, 19 Desember 2024 lalu merupakan sebuah agenda yang dilaksanakan dalam rangka gelar karya mahasiswa Semseter 5 PGSD UMP pada mata kuliah Pendidikan Sendi Tari dan Drama kelas A, B, C, D, serta mata kuliah Keterambilan Tari yang diikuti oleh mahasiswa semester 7 kelas A dan B.

Gelar karya yang mengambil tema budaya nusantara yang sekaligus dijadikan satu dengan ujian praktik semester gasal tahun ajaran 2024/2025 ini bersifat terbuka untuk umum, dan dilaksanakan di Aula Syamsuhadi Irsyad. Pentas seni yang bersifat dapat dilihat oleh umum ini dihadiri oleh 400 penonton yang terdiri dari siswa-siswi tingkat SD di Kabupaten Banyumas, Guru SD, orang tua wali, dan juga rekan sesama mahasiswa.

“Gelar project kraetivitas berkarya drama dan tari juga sebagai media pembelajaran sekaligus apresasi bagi siswa sekolah dasar untuk mengenal pesan moral kebaikan yang ditampilkan dalam bentuk drama atau cerita dongeng nusantara.” Terang Okto Wijayanti, M.A., selaku pengampu mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama.

Tarian dan drama yang dipentaskan juga beragam, mulai dari tari Sungai Kawat yang berasal dari Kalimantan Barat, Timun Mas dari Jawa Tengah, Kerbau Kicak dari Jawa Timur, Malin Si Anak Durhaka dari Sumatera Barat, Kemuning dari Jawa Timur, hingga Bertha dan Cendrawasih dari Papua.

Agenda yang dimulai pada pukul 07.30 waktu setempat diharapkan bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa untuk menjadi seorang aktor dan aktris, sutradara, maupun tim kreatif lainnya yang terlibat dalam pementasan.

“Mahasiswa dapat mengajarkan pesan moral kebaikan yang terdapat dalam drama dongeng Nusantara kepada anak didiknya kelak setelah lulus dan menjadi guru.” Tambah Okto dosen PGSD itu.

Lebih lanjut, harapan dari Okto Wijayanti untuk tahun 2025 adalah bisa menarik jangkauan yang lebih luas lagi. Sebab adanya pentas semacam ini selain menjadikan mahasiswa PGSD memiliki pengalaman dalam industri kreatif terutama pementasan yang dapat digunakan untuk bekal mengajar esok, pentas budaya serupa juga dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa-siswi SD, juga guru SD untuk mengambil pesan moral dari tarian maupun drama yang dipentaskan.

Kaprodi PGSD, Aji Heru Muslim, M.Pd., juga mendukung kegiatan tersebut sebagai media promosi memperkenalkan PGSD UMP, sebagai calon guru yang dapat mempersiapkan kemampuan menggelar projek yang tersirat pesan moral dan bermanfaat bagi anak usia dasar.

AJARKAN PESAN MORAL PADA KHALAYAK LUAS: PGSD UMP GELAR PERTUNJUKAN TARI DAN DRAMA. (6 Januari 2025). Diakses pada Januari 21, 2025 dari artikel: retizen.republika.co.id/posts/502868/ajarkan-pesan-moral-pada-khalayak-luas-pgsd-ump-gelar-pertunjukan-tari-dan-drama