SEMINAR NASIONAL DAN LOMBA

Sasmita Az’zahra Mahasiswa PGSD UMP Lolos Program SEA Teacher Outbound di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di kancah internasional. Sasmita Az’zahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 5, berhasil lolos dan mengikuti program SEA Teacher Outbound Batch XI yang dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2026 di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina.

Sasmita menjadi satu-satunya perwakilan dari Prodi PGSD UMP yang lolos dalam program bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut. SEA Teacher merupakan program mobilitas internasional yang memberikan kesempatan mahasiswa kependidikan untuk mengajar sekaligus mempelajari sistem pendidikan, metode pembelajaran, serta budaya negara tujuan.

Dalam keterangannya, Sasmita mengaku bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diraihnya. Ia menyampaikan bahwa keberhasilannya lolos program SEA Teacher merupakan motivasi sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa nama baik Prodi PGSD dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto di tingkat internasional.

“Saya sangat bangga dan bersyukur bisa lolos program bergengsi ini, apalagi saya merupakan satu-satunya dari Prodi PGSD. Ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama baik prodi dan UMP di kancah internasional bersama teman-teman lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sasmita berharap selama mengikuti program SEA Teacher di Filipina dapat memperoleh pengalaman berharga, khususnya terkait sistem pendidikan, metode pembelajaran, serta budaya belajar siswa di Filipina. 

“Saya juga menargetkan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya mengajar siswa internasional, kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan” Tegasnya.

Keberhasilan Sasmita tidak lepas dari dukungan penuh Prodi PGSD UMP. Ia menyampaikan bahwa prodi memberikan bantuan yang sangat banyak, salah satunya bantuan finansial serta memfasilitasi berbagai surat dan rekomendasi yang dibutuhkan. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen Prodi PGSD UMP dalam mendorong mahasiswa berprestasi dan berdaya saing global.

Sasmita juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa PGSD, “Jangan ragu untuk mencoba dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk program ke luar negeri. Mahasiswa PGSD juga memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Persiapkan diri sebaik mungkin, terus belajar, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Aji Heru Muslim, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Sasmita Az’zahra yang lolos Program SEA Teacher Outbound Batch XI di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa PGSD UMP memiliki kompetensi akademik, karakter, serta kesiapan untuk bersaing di tingkat global.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UMP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan adaptasi yang baik dalam lingkungan internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Prodi PGSD sekaligus Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aji Heru Muslim menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional seperti SEA Teacher sejalan dengan visi Prodi PGSD UMP dalam mencetak calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan berwawasan global. 

“Kami berharap pengalaman internasional ini dapat ditularkan kepada mahasiswa lain, sehingga semakin banyak mahasiswa PGSD UMP yang termotivasi untuk berprestasi dan memanfaatkan peluang global. Prodi akan terus mendukung dan mendorong mahasiswa agar berani melangkah serta mengembangkan potensi diri secara maksimal,” pungkasnya. (Chy)

UMP Kirim 12 Mahasiswa ikuti Program SEA-Teacher di Filipina

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas 12 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar untuk mengikuti Program SEA-Teacher di Filipina pada hari rabu (7/1/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya UMP dalam memperkuat  internasionalisasi pendidikan serta memberikan pengalaman akademik di tingkat internasional kepada mahasiswa.

Wakil Rektor I UMP, Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan bahwa UMP saat ini memiliki peluang kerja sama internasional yang sangat luas, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga mencakup negara-negara Asia lainnya seperti Jepang dan Korea. 

“Channel kerja sama ke luar negeri itu sebenarnya tidak kurang, ini kesempatan yang sangat baik untuk mahasiswa menambah pengalaman,” ujar Saefurrohman.

Ia menegaskan bahwa pengalaman mengikuti program internasional selama kurang lebih satu bulan akan menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa. Program SEA-Teacher yang akan berlangsung mulai 12 Januari hingga 8 Februari ini dinilai akan menjadi fase berharga dalam kehidupan mahasiswa. Pimpinan universitas, termasuk rektor, disebut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Saefurrohman juga menjelaskan bahwa melalui Biro Kerjasama Urusan Internasional (BKUI), UMP telah mengajukan penyesuaian insentif bagi mahasiswa maupun dosen pendamping agar program internasional semakin diminati. Filipina dipilih sebagai negara tujuan karena memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia serta masyarakat yang ramah dan terbuka terhadap mahasiswa asing.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan fakultas, program studi, dan dosen atas keberhasilan mengirimkan 12 mahasiswa dalam program ini.

“Alhamdulillah, FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada program SEA-Teacher kali ini berhasil mengirimkan 12 mahasiswa. Ini menunjukkan kesiapan mahasiswa FKIP untuk belajar dan berproses di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam kegiatan akademik dan praktik mengajar, tetapi juga dalam mengenal budaya serta lingkungan internasional. Mahasiswa peserta akan ditempatkan di sejumlah perguruan tinggi mitra di Filipina, di antaranya Mariano Marcos State University (MMSU), President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST) & Capiz State University (CAPSU).

Perwakilan mahasiswa peserta SEA-Teacher Damar Adi Wicaksono, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester 5, menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan BKUI atas fasilitasi yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa dua belas mahasiswa tersebut terbagi di empat universitas di Filipina.

“Kami berdua belas terbagi di 4 universitas yaitu Arnesya Nabila, Damar Adi W., Raihan Ramadhan Armayoga, dan Sarah Az Zahra, akan melaksanakan program di Mariano Marcos State University (MMSU) dengan akses kedatangan melalui Laoag Airport. Dua mahasiswa, Binta Zakia dan Sasmita Az’Zahra, ditempatkan di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU). Selanjutnya, empat mahasiswa lainnya, yaitu Ghatsa Luqiana Ismah, Nabila Aulia Putri, Nurul Izzah, dan Fauzan Nur Sodik, akan mengikuti program di Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST). Sementara itu, dua mahasiswa, Sidik Ali Sofyan dan Hilman Ikhlasul Amal, ditempatkan di Capiz State University (CAPSU) dengan titik kedatangan di Roxas City Capiz” ungkapnya.

Damar menegaskan program ini menjadi kesempatan bagi kami semua untuk meng-upgrade diri, menambah pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik melalui pembelajaran di lingkungan internasional. 

Mahasiswa PGSD UMP Gelar Pameran Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi pada hari rabu (7/1/2026) sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang diampu oleh Dr. Lia Mareza, M.A., dosen seni rupa PGSD UMP.

Dr. Lia Mareza, M.A., menjelaskan bahwa pada semester ini mata kuliah Pendidikan Seni Rupa diikuti oleh mahasiswa semester tiga dan semester lima. Hal tersebut terjadi karena pada tahun akademik berjalan, Prodi PGSD sedang melaksanakan dua kurikulum secara bersamaan, sehingga terdapat dua angkatan yang mengambil mata kuliah yang sama.

“Dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa terdapat 14 kali pertemuan. Pada tahap awal, mahasiswa dibekali teori, kemudian setiap minggu mereka mempelajari dan mempraktikkan berbagai teknik seni rupa. Setelah menguasai teknik-teknik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk,” jelasnya.

Karya seni rupa tiga dimensi yang dihasilkan merupakan output pembelajaran selama satu semester. Proses pengerjaan karya secara intensif dilakukan pada tiga pertemuan terakhir, sementara proses pengembangan ide dan gagasan telah dimulai sejak setelah Ujian Tengah Semester (UTS).

“Sejak setelah UTS, mahasiswa sudah mulai mempresentasikan gagasan karya. Dari situ saya melakukan kurasi untuk menilai apakah ide tersebut dapat dieksekusi secara teknis. Setelah itu, menjelang tiga pertemuan terakhir, mahasiswa mulai mengeksekusi karya secara material,” ungkap Dr. Lia Mareza, M.A.

Proyek karya seni ini dikerjakan secara kelompok dalam satu kelas. Hal tersebut dilakukan karena mata kuliah seni di PGSD mencakup seni rupa, seni musik, dan seni tari, sehingga setiap mahasiswa memiliki keunggulan yang berbeda.

“Ada mahasiswa yang menonjol pada aspek ide, ada pula yang kuat pada teknik. Oleh karena itu, saya memfasilitasi agar mereka bisa saling berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” tambahnya.

Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari berbagai teknik seni rupa, mulai dari pemilihan karakter, eksplorasi warna melalui lingkaran warna, pembuatan kolase, teknik lilin, melukis dengan cat air, pastel, dan krayon, hingga menggambar sketsa tangan serta melukis objek secara langsung di lapangan.

“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” jelas.

Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru di sekolah dasar. Dengan pemahaman teknik dan proses berkarya, mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kreativitas siswa secara optimal.

“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pameran mata kuliah hasil karya mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi mata kuliah ini. Mahasiswa benar-benar menunjukkan keterampilan, tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam karya nyata. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mereka mampu menghasilkan proyek yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan seni rupa tersebut sangat relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, khususnya dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Selama ini proyek P5 di sekolah sering berupa kegiatan membuat makanan tradisional. Dengan keterampilan seni seperti ini, guru dapat mengarahkan proyek ke kegiatan seni rupa yang melatih kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan nilai karakter lainnya pada siswa,” jelas Aji Heru.

Ia juga menambahkan bahwa karya mahasiswa ini memiliki nilai strategis bagi Program Studi PGSD, termasuk sebagai bagian dari bukti pembelajaran berbasis luaran dalam mendukung proses akreditasi.

“Karya-karya ini akan dipamerkan di lingkungan prodi sebagai salah satu bukti hasil pembelajaran mahasiswa,” tutupnya.

Struktur Organisasi