Mahasiswa PGSD UMP Ikuti Program Magang PKKM di Sanggar Jodhipati Gunung Kidul, Disambut dengan Pertunjukan Wayang Kulit

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk mengikuti Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemendikbud, dalam kegiatan magang di Sanggar Jodhipati, Gunung Kidul.
Dalam acara penerimaan yang berlangsung khidmat, para mahasiswa disambut dengan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan langsung oleh pengelola sanggar sebagai dalang, menambah kehangatan dan nuansa budaya lokal.
Sanggar Jodhipati, yang dikenal sebagai pusat seni dan budaya tradisional di kawasan Gunung Kidul, telah lama berperan dalam melestarikan seni wayang kulit serta mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. Pertunjukan ini sekaligus menjadi simbol dari kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya, di mana mahasiswa PGSD UMP diharapkan dapat belajar dan terlibat langsung dalam proses pendidikan berbasis seni dan budaya lokal.
Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang besar atas sambutan hangat dari pihak Sanggar Jodhipati. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam mengenal dan memanfaatkan seni budaya sebagai media pembelajaran di sekolah dasar.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Sanggar Jodhipati. Program ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari budaya lokal, yang tentunya akan memperkaya pengalaman mereka dalam menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif. Seni wayang kulit, misalnya, bisa menjadi alat pendidikan yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai karakter kepada siswa,” ujar Aji Heru Muslim.
Mahasiswa yang mengikuti program ini akan menjalani berbagai aktivitas, termasuk pengamatan, praktik langsung, serta kolaborasi dalam penyusunan materi pembelajaran berbasis budaya. Diharapkan, pengalaman ini dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menerapkan metode pengajaran yang relevan dan berbasis budaya di masa depan.
Dengan adanya program magang ini, UMP terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang menghubungkan mahasiswa dengan berbagai sektor, termasuk pelestarian budaya, guna memperkaya pembelajaran dan pengalaman mahasiswa di dunia nyata. Program ini juga diharapkan dapat berlanjut dengan kolaborasi yang lebih intensif antara UMP dan Sanggar Jodhipati. (Tgr)

PPG FKIP UMP Sukses Gelar Karya sebagai Puncak Proyek Kepemimpinan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), khususnya Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), kembali menggelar acara Gelar Karya yang sukses diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada Sabtu (7/9/2024) lalu. Acara yang berlangsung di halaman FKIP UMP ini menjadi puncak dari proyek kepemimpinan mahasiswa PPG dan menandai gelar karya terakhir di tahun 2024.
Kaprodi PPG UMP, Agung Nugroho, M.Pd., dalam sambutannya, menegaskan bahwa gelar karya ini merupakan puncak dari berbagai proyek kepemimpinan yang dilaksanakan oleh mahasiswa, serta bagian dari pembelajaran yang berharga.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PPG dapat belajar banyak hal mengenai proyek kepemimpinan, terutama belajar koordinasi dan kerjasama,” ujarnya.
Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., menyatakan bahwa acara ini memiliki relevansi kuat dengan program pemerintah, khususnya terkait dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
“Hasil kerja keras yang telah dilalui ini menghasilkan agenda yang berkaitan erat dengan kegiatan pemerintah, yaitu P5. Ini menunjukkan bagaimana program ini sejalan dengan upaya pendidikan nasional,” jelasnya.
Selain itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Saefurrohman, Ph.D., juga turut hadir dan menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme mahasiswa dalam menyelenggarakan acara ini.
“Gelar karya ini terlihat sangat luar biasa, di mana stand-stand penuh dan suasananya ceria. Ini adalah hasil dari kerja keras kalian semua dalam melewati perjalanan yang tidak mudah,” tuturnya dengan bangga.
Menurutnya acara Gelar Karya ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, membuktikan keberhasilan mahasiswa PPG dalam menyelenggarakan agenda yang memberikan pengalaman praktis dan bermanfaat bagi pendidikan mereka. (snt/tgr)

Expo Budaya UMP Sukses Hadirkan Kemeriahan di Pantai Pecaron Kebumen

Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Ekspo Budaya yang memukau di Pantai Pecaron, Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas dengan berbagai kegiatan yang mempromosikan kekayaan budaya lokal serta potensi UMKM daerah.
Ekspo Budaya ini menjadi ajang penting bagi masyarakat untuk lebih mengenal, menghargai, dan merayakan warisan budaya yang telah tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut.
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi Dr rer nat Anang Widhi Nirwansyah MSc mengungkapkan, berbagai kegiatan menarik disajikan, mulai dari senam pagi, pertunjukan tradisional seperti kompang dan ebek, hingga pembagian doorprize.
“Selain itu, acara ini juga menampilkan pameran UMKM yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, serta aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya Senin (2/9/2024).
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Expo Budaya ini. Ia menegaskan bahwa acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan UMKM berbasis produk lokal.
“Dengan kekayaan kearifan lokal yang melimpah di wilayah ini, kegiatan seperti Expo Budaya diharapkan menjadi pemicu lahirnya inisiatif-inisiatif berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kepala Desa Srati, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, BPBD Kabupaten Kebumen, Perhutani Gombong Selatan, serta Pengelola Pantai Pecaron menambahkan, Expo Budaya di Pantai Pecaron 2024 diharapkan dapat menjadi momentum berharga bagi masyarakat.
“Acara ini diharapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan, serta memperkuat ekonomi lokal melalui sinergi antara budaya dan kewirausahaan. Dengan semangat gotong royong, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Kebumen dan sekitarnya,” pungkasnya. (sf/awn/tgr)

Guru Besar UMP Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum. Menerima Gelar KANGJENG PANGERAN dari Kasunanan Surakarta

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., kembali meraih penghargaan di bidang kebudayaan Jawa. Kali ini, ia dianugerahi gelar Kangjeng Pangeran (KP) oleh Panembahan Tedjowulan, salah satu pemangku adat di Kasunanan Surakarta. Dengan gelar ini, Prof Sugeng kini dikenal sebagai Kangjeng Pangeran Prof. Dr. Purbasastradiningrat.
Gelar ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi Prof. Dr. Sugeng dalam kajian dan pelestarian kebudayaan Jawa. Sebagai seorang akademisi yang telah lama berkecimpung dalam studi kebudayaan, Prof. Dr. Sugeng dikenal luas atas upayanya dalam mengangkat dan melestarikan nilai-nilai budaya Jawa melalui karya ilmiah, seminar, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.
Penghargaan ini menambah daftar panjang gelar kehormatan yang telah diterima oleh Prof. Dr. Sugeng dari Kasunanan Surakarta. Sebelumnya, beliau telah menerima gelar Kangjeng Raden Tumenggung (KRT) pada 19 Juli 2008, gelar Kangjeng Raden Harya Tumenggung (KRHT) pada 27 Juni 2010, dan gelar Kangjeng Raden Harya (KRH) pada 21 November 2018.
Dengan berbagai gelar kehormatan ini, Prof.Dr. Sugeng Priyadi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia kebudayaan Jawa. Dedikasi dan pengabdiannya di bidang ini diharapkan dapat terus memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk turut melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Dalam kesempatannya Prof. Dr. Sugeng Priyadi berharap gelar kehormatan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memotivasi para akademisi dan pecinta budaya untuk terus menggali, memelihara, dan mempromosikan kekayaan budaya Jawa di kancah nasional dan internasional.
Penghargaan yang diberikan oleh Kasunanan Surakarta ini juga menjadi pengakuan atas kiprah Prof. Dr. Sugeng dalam menjembatani dunia akademik dengan kebudayaan tradisional, menjadikan kebudayaan Jawa tetap relevan dalam konteks zaman modern. (tgr)