Proposal Program KKN Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Masa Pandemi

Proposal Program  KKN

Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Masa Pandemi

“Sebagai dosen pembimbing lapangan, saya akan mengawal kegiatan kalian dari awal hingga akhir. Oleh karena itu saya berharap program-program yang kalian rancang adalah program yang berbasis kebutuhan masyarakat, tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan kalian. Silakan siapkan secara maksimal program yang sudah dirancang untuk dapat direalisasikan secara daring dan luring terbatas. Program-program yang sudah kalian rancang bagus, dan semoga nanti dapat dilaksanakan dengan lancar”. Demikian dinyatakan Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum., selaku DPL dari kelompok 12 KKN Tematik FKIP UMP. Bunda Yayuk, demikian ia biasa dipanggil, kemudian menjelaskan bahwa program yang dipilih sebaiknya berbasis kebutuhan masyarakat terutama dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat pada masa pandemi sekarang ini. Bunda Yayuk kemudian memberikan contoh problem riil pada masa pandemi, yakni problem siswa dan orang tua siswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Banyak orang tua yang mengeluh, sulit memahami aplikasi yang digunakan pihak sekolah untuk pelaksanaan pembelajaran daring, sehingga saat mendampingi anaknya belajar timbul kesulitan-kesulitan kaitannya dengan ragam aplikasi yang digunakan. Bunda Yayuk pun kemudian banyak memberikan motivasi kepada kelompok yang dibimbingnya dalam kegiatan Koordinasi Kegiatan KKN dengan mahasiswa bimbingannya tersebut melalui google meet  (21/7/2021).

Februardi Maulana Putra, atau yang akrab dipanggil Ardi, sebagai Ketua Kelompok 12 memandang perlu adanya kegiatan koordinasi dengan DPL, kendati dilakukan secara daring melalui google meet. Ardi merasa bimbingan itu sangat perlu untuk dilakukan lantaran proposal harus sudah dikirim pada tanggal 21 Juli 2021. Melalui pertemuan virtual tersebut, Ardi dan kelompoknya menerima banyak masukan dari DPL terkait kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat KKN, misalnya saja membuat kegiatan berbasis masyarakat namun tidak merepotkan dan belum ketinggalan zaman. Atas arahan dari DPL, Ardi menambah kegiatan yang awalnya hanya penyuluhan cara menggunakan masker yang baik, menjadi penyuluhan dan donasi masker. Selain itu, Ardi dan kelompoknya juga akan melakukan donasi sikat gigi dan membuat penyuluhan mengenai cara menyikat gigi yang benar pada siswa PAUD atau anak-anak usia 3-4 tahun di RT 1 RW 5 Kelurahan Karang Pucung, Purwokerto Selatan.

Selain memberikan arahan terkait program kerja yang akan dilaksanakan, Ardi dan kelompoknya, Bunda Yayuk  juga menyapa para anggota kelompok dengan menanyakan asal program studi serta peran yang akan diberikan sebagai bukti kontribusi pada pelaksanaan program kelompok. Sebagai DPL, Bunda Yayuk menyarankan agar masing-masing anggota kelompok berkontribusi dengan melakukan kegiatan berkaitan dengan prodi dan divisinya. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengalami  kesulitan yang berarti saat menjalani program kerja. Bunda Yayuk juga mengingatkan pentingnya kegiatan koordinasi secara interen untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam kelompok.

Kelompok 12 memiliki sejumlah usulan program KKN di antaranya; pendampingan belajar pada siswa SD – SMA, pelatihan pembuatan power point dan video presentasi bagi siswa SMP dan SMA, pembagian masker gratis, lomba baca puisi dengan tema kemerdekaan bagi Ibu-ibu PKK, serta penyuluhan dan pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal). Pembuatan MOL berguna untuk dekomposer dan pupuk organik cair, sekaligus membuat penyuluhan cara membuat kompos menggunakan sampah organik dan limbah dapur. Berdasarkan kunjungan observasi pada beberapa warga di RT 1 RW 5 Kelurahan Karang Pucung Purwokerto Selatan ini, tampaknya masyarakat sekitar cukup menyambut baik kegiatan KKN Tematik FKIP UMP ini.

Ardi dan kelompoknya berharap dapat melaksanakan kegiatan program kerjanya dengan baik dan lancar. Tentu saja, kelak program kerjanya akan dilaksanakan dengan daring dan luring terbatas. Ardi ingin berkontribusi melalui kegiatan nyata yang dibutuhkan masyarakat, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. (Bella)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UMP SIAPKAN PEMBEKALAN BAGI PESERTA KKN PENDIDIKAN 2021

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UMP SIAPKAN PEMBEKALAN BAGI PESERTA KKN PENDIDIKAN 2021

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah menyiapkan serangkaian acara KKN Pendidikan bagi mahasiswa semester 6. Salah satunya ialah Pembekalan Peserta KKN Pendidikan FKIP UMP yang dilaksanakan pada Kamis, 08 Juli 2021 secara online via zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 355 peserta KKN dari 9 program studi yang ada di FKIP UMP.

KKN Pendidikan yang dilaksanakan oleh FKIP UMP ini hanya dari lingkup satu fakultas dan lintas program studi. Tujuannya supaya mahasiswa FKIP UMP dapat lebih difokuskan pada program memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sekitar.

Dr. Laily Nurlina, M.Pd. selaku ketua panitia KKN Pendidikan FKIP UMP 2021 menyampaikan bahwa “KKN Pendidikan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FKIP UMP Semester 6 nantinya akan diakhiri dengan acara Webinar Pendidikan. Jadi tidak ada ekspo secara luring. Kemudian bagi mahasiswa yang dapat menulis Artikel Ilmiah sebagai hasil dari KKN Pendidikan, maka akan mendapatkan point tambahan”.

Selain itu, mahasiswa yang akan mengikuti KKN juga diberikan contoh tentang pengisian Logbook daring baik untuk individu maupun kelompok. Kemudian para mahasiswa juga diberikan pengetahuan dan wawasan tambahan seputar pandemi Covid-19 beserta protokol kesehatan. Kedua hal tersebut termasuk fasilitas yang panitia siapkan untuk seluruh peserta KKN sebagai bentuk memudahkan para mahasiswa dan bekal untuk terjun di masyarakat.

Drs. Eko Suroso, M.Pd. selaku Dekan FKIP UMP juga menyampaikan “Harapannya dari KKN Pendidikan yang diadakan oleh FKIP UMP  ini, dapat pula dijadikan sebagai media publikasi untuk meningkatkan minat studi masyarakat sekitar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto”. (bast)

KOORDINASI PERIAPAN KKN PENDIDIKAN FKIP UMP 2021 BERSAMA DPL

KOORDINASI PERIAPAN KKN PENDIDIKAN FKIP UMP 2021 BERSAMA DPL

 

Kegiatan KKN Pendidikan 2021 yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini telah dipersiapkan dengan baik. Pada hari Selasa, 22 Juni 2021 segenap dekanat FKIP UMP bersama Panitia KKN menggelar koordinasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) I. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal koordinasi terkait dengan Pelaksanaan KKN Pendidikan 2021.

Kemudian pada hari Kamis, 08 Juli 2021 koordinasi bersama DPL II kembali dilaksanakan. Kegiatan tersebut membahas tentang adanya perubahan KKN Pendidikan yang semula dari luring menjadi daring.

Dr. Laily Nurlina, M.Pd. selaku ketua panitia menyampaikan “Adanya perubahan kegiatan KKN Pendidikan 2021 ini mengacu pada berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah terutama di beberapa titik tempat mahasiswa KKN”.

Drs. Eko Suroso, M.Pd dalam tanggapannya menyampaikan bawa “Jika memang kegiatan KKN Pendidikan 2021 memungkinkan untuk dilaksanakan secara daring, maka silahkan dipersiapkan sebaik mungkin. Melihat situasi dan kondisi yang masih belum memungkinkan untuk para mahasiswa kita terjunkan ke desa-desa secara langsung”. (bast)

Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Virus Covid-19 sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk berakhir. Akibat adanya pandemi Covid-19 banyak dampak negatif yang dialami dalam berbagai sektor. Salah satu sektor yang menerima dampak paling besar yaitu sektor pendidikan, terjadi perubahan pada aktivitas belajar mengajar. Sehingga diterapkan pembelajaran secara daring.

Hal tersebut berdampak pula pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tahun ini merupakan  tahun ke dua Universitas Muhammadiyah Purwokerto memberlakukan sistem KKN secara daring. Para mahasiswa peserta KKN ditempatkan di daerah domisili mahasiswa. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Namun karena pandemi Covid-19 membuat mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakatnya di daerah asalnya.

Wijinia Aulia Aryani, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto asal Cilacap, melaksanakan kegiatan KKN secara daring di desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Oleh karena pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan, maka ia harus memanfaatkan media sosial dan media cetak. “Jadi tahun ini FKIP UMP memberlakukan KKN tersendiri yakni “KKN Tematik UMP”. Program kerja yang dilaksanakan menggabungkan dua program, pertama program pendidikan, kedua program kemasyarakatan. Untuk melancarkan kegiatan KKN Tematik ini saya memanfaatkan media sosial dan media cetak. Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan kerumunan sehingga mengurangi angka kenaikan Covid-19,” ungkap wanita yang sering disapa Wijinia saat ditemui di kediamannya.

Oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Eko Muharudin M.Pd., Wijinia disarankan untuk melaksanakan program yang tidak memberatkan bagi dirinya dan kelompoknya. Serta dalam melaksanakan kegiataan harus taat terhadap protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan. Atas arahan DPL, Wijinia berencana membuat program kerja KKN pendidikan yang akan dijalankan diantaranya melakukan bimbingan belajar dan diikuti kuis, menggunakan media youtube untuk proses pembelajaran siswa. Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas siswa ia juga mengadakan kegiatan lomba membuat poster prokes covid-19 melalui instagram.

“Untuk proker kemasyarakatan di desa Rawajaya, Bantarsari Cilacap, yaitu  membuat poster tentang cara menggunakan double masker yang benar. Selain itu ada pula tema lain yaitu tips tips mencegah penularan virus corona seperti rajin mencuci tangan, hindari penggunaan barang pribadi dengan teman, membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin yang bersih (higienis). Selain itu juga ada program lain yakni memberikan informasi mengenai Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Kami juga merencanakan ada pembagian masker serta membantu kegiatan vaksinasi Covid-19,” papar Wijinia lanjut.

Meski KKN dilaksanakan secara daring dan dilakukan di daerah masing-masing mahasiswa tapi tetap memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa. Bagi Wijinia, KKN Tematik FKIP UMP yang akan dilaksanakan pada 31 Juli – 31 Agustus 2021 yang akan datang,  membuatnya lebih dekat dengan masyarakat daerah tempatnya tinggal.

“Ada hikmah dari pelaksanaan kegiatan KKN di masa pandemi ini. Walaupun kegiatan berlangsung secara daring namun saya tetap antusias. Banyak kegiatan yang pada akhirnya nanti membuat saya dekat dengan masyarakat,” demikian diharapkan Wijinia. (Ari)

KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

“Di era pandemi seperti ini kan kita tidak boleh berkerumun, jadi ya lebih baik kita rancang program kerja memungkinkan dapat dilaksanakan sesuai kondisi yang ada. Bahkan kalau bisa semuanya daring. Kecuali kalau memang harus ada pertemuan yang mendesak, kita perwakilan saja dan harus mematuhi protokol kesehatan tentunya” demikian dinyatakan Februardi Maulana Putra, seorang mahasiswa dari Prodi PBSI Universitas Muhammadiyah Purwokerto, selaku Ketua Kelompok 12 ketika ditanya berkaitan dengan program kerjanya. Ardi, demikian ia biasa dipanggil, kemudian menjelaskan bahwa pada kegitan KKN yang diikutinya tahun ini, ia beserta kelompoknya ditempatkan di daerah Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Ardi dan kelompoknya semula bingung dengan program KKN yang akan diusulkannya. Dalam waktu dua tiga hari ini, ia dan kelompoknya harus segera menyelesaikan proposal kegiatan KKN yang akan dijalaninya pada 31 Juli – 31 Agustus 2021. Ia kemudian mengonsultasikan kegiatannya kepada dosen pembimbing yakni Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Oleh DPL, Ardi disarankan untuk membuat program kerja yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam bidang pendidikan. Atas arahan dari DPL, Ardi berencana membuat program kerja di antaranya membimbing siswa khususnya dalam menggunakan Iptek, membuat kelompok belajar siswa atau tempat les yang akan dilakukan secara hybrid dengan tujuan mencari solusi dari masalah siswa dalam pembelajaran daring dan mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu, Ardi juga akan mendampingi orang tua siswa untuk mengetahui masalah dan mencarikan solusi berkaitan dengan pembelajaran daring saat ini.

Selain arahan dari DPL, Ardi juga sering melihat banyak siswa yang belum menguasai Iptek, terutama dalam membuat video presentasi yang baik. Selain itu, banyak anak yang merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas karena pelajaran yang disampaikan guru kurang jelas akibat daring, terlebih lagi tugas yang sangat banyak membebani siswa. Kemudian, Ardi juga sering melihat orang tua kurang peduli dan tidak mendampingi anaknya, dan ada juga yang merasa kesulitan dalam mendampingi anaknya, terlebih berkaitan dengan masalah Iptek.

Ardi yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir prosi PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, semula merasa galau memikirkan program kerja apa yang akan dibuatnya. Hal tersebut lantaran pihak Universitas mengharuskan melaksanakan kegiatan secara daring. Ardi berharap dapat membuat proker yang dapat bermanfaat namun tidak merepotkan. Beruntung ia pernah menjadi punya pengalaman menjadi pendamping belajar bagi siswa, sehingga program kerja yang akan ia laksanakanpun di antaranya melaksanakan pendampingan belajar bagi siswa yang merasa kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Tentu saja, kelak program ini ia laksanakan bersama kelompoknya dengan jumlah siswa yang terbatas. Misalnya sekitar 7 – 10 orang. Ardi juga mensyaratkan bagi kelompoknya untuk melakukan pendampingan belajar secara luring, jika diperlukan dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid. Ada sejumlah program kegiatan KKN yang digagas Ardi bersama kelompoknya  misalnya: pendampingan kelompok belajar kecil, Lomba Mewarnai untuk TK – SD, Lomba Baca Puisi dengan tema Kemerdekaan , Lomba Baca Puisi, Lomba Adzan dan Hafalan Al Quran, Bimbingan Membuat Video Presentasi dan kegiatan Baksos seperti bagi-bagi masker dan sembako. Beberapa lomba yang dirancang diselenggarakan secara daring, sehingga tidak menyebabkan terjadi kerumunan.

Ardi dan kawan-kawannya berpendapat bahwa rancangan program yang diusulkannya sebagai bentuk KKN Alternatif Solutif. Sebab, program-program tersebut dibutuhkan masyarakat. Ia bersama kelompoknya berharap rancangan program yang diusulkan dapat disetujui untuk dilaksanakan. Bersama  kelompoknya, Ardi ingin turut memberikan kontribusi nyata di masa pandemi ini melalui kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Ia ingin turut membangun negeri melalui lingkungan terdekatnya. Semoga! (Ana)

 

Pengalaman Sari Hartati, Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto Laksanakan Program Kampus Mengajar

Pengalaman Sari Hartati,

 Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto Laksanakan Program Kampus Mengajar

“Saya banyak mendapatkan pengalaman baru dari program Kampus Mengajar yang difasilitasi oleh Kemdikbud. Salah satu pengalaman menarik yang saya dapatkan adalah tentang: Bagaimana cara mengelola emosional dengan baik, Mengapa demikian? Karena sejatinya kita sebagai mahasiswa harus membawa diri dengan baik, menjaga nama almamater juga memberi contoh yang baik, “ demikian dinyatakan oleh Sari Hartati, seorang mahasiswa dari prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto, berkaitan dengan kesannya mengikuti Program Kampus Mengajar.

Program Kampus Mengajar adalah salah satu program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, dngan menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam mendukung kepala sekolah melakukan efisiensi administrasi dan manajerial sekolah. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kampus Merdeka yang mengizinkan mahasiswa untuk belajar di luar kampus.

Sebagai mahasiswa yang berasal dari prodi nonkeguruan, tentu saja Sari demikian ia biasa dipanggil, semula ada kebingungan untuk melaksanakan program di tempat ia ditugaskan. Ia kemudian berkonsultasi dengan Dra. Eko Sri Israhay, M. Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Oleh DPL Sari disarankan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan sekolah, misalnya saja berkaitan dengan pembuatan media pembelajaran. Selain berkonsultasi dengan DPL, Sari juga mendapat banyak bimbingan dari guru pamongnya.

Salah satu pengalaman yang mengesankan Sari adalah saat ia mengisi pelajaran prakarya di kelas enam. Ia memberi materi pembelajaran berupa pembuatan handsanitizer menggunakan bahan alami, yaitu  lidah buaya. Para siswa tampak senang dengan materi pembelajaran yang diberikan Sari. Melalui kegiatan tersebut Sari memberikan pengetahuan secara teori dan praktik berkaitan dengan pembuatan handsanitizer, yang cukup bermanfaat pada masa pandemi ini.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang ikut menghadapi situasi pelik dalam masa pendemi kali ini, banyak sekali tekanan dan beban mental yang harus dipikul mengingat penelitian yang Sari lakukan adalah kualitatif. Anehnya, pada program kali ini, ia merasa seluruh penat yang ia rasakan bisa hilang perlahan. Setiap pagi saat ia melihat guru-guru mempersiapkan materi bahan ajar sebelum memasuki kelas, melihat senyum siswa dengan riang menyambut pelajaran yang akan dibagikan oleh guru mata pelajarannya masing-masing, mendengar dan berbagi senda gurau dengan warga sekolah, hingga berbagi cerita pengalaman pribadi sehingga akhirnya guru-guru bisa sampai mengajar di SD Swasta Pelita Hati Kandis. Menurut Sari hal itu merupakan pengalaman hidup sekaligus cerita yang tidak bisa dibeli dengan rupiah.

Selain itu, banyak ilmu baru lain yang Sari juga belajar tentang cara mengelola administrasi dengan baik dan sistematis, menerapkan beberapa adaptasi teknologi seperti halnya pengelolaan gmail dan akun belajar siswa, menganalisis dan memberikan deskripsi terhadap jawaban ujian siswa. Hal tersebut menurut saya hal tidak akan ia dapatkan dari bangku perkuliahan.

Sari pun kemudian menceritakan bahwa pada awalnya ia mendaftarkan diri pada program Kampus Mengajar Batch 1 semata-mata demi mengisi waktu luang, karena nyatanya sampai saat ini perkuliahan masih berlangsung secara daring. Tapi di luar perkiraanya ternyata program ini memberikan banyak pelajaran hidup untuk dirinya. Salah satunya adalah hidup untuk bersyukur. Alhamdulillah, nyatanya seluruh usaha dalam menjalankan program mendapat sambutan baik dari Kemdikbud sendiri. Seperti halnya mahasiswa mendapat konversi mata kuliah sebanyak 12 sks, uang saku Rp. 1.200.000 setiap, juga mendapat beasiswa sebesar Rp. 2.400.000 dan yang paling ia nantikan adalah pemberian sertifikat nasional yang langsung ditandatangani oleh Menteri Pendidikan. (Yk)

 

PGSD FKIP UMP BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ASESMEN LAPANGAN AKREDITASI PROGRAM STUDI SECARA DARING

PGSD FKIP UMP BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ASESMEN LAPANGAN AKREDITASI PROGRAM STUDI SECARA DARING

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP), menyelenggarakan acara Aesmen Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar S-1 secara daring.

 

Asesmen Lapangan terselenggara  pada tanggal 30 Juni 2021 – 01 Juli 2021 secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UMP Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep. Tim Asesor BAN-PT Prof. Dr. Rakimahwati, M.Pd. dari Universitas Negeri Padang dan Dr. Fauzan, M.A.dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi PGSD, Dosen serta Tenaga Pendidik dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP.

Dalam sambutannya Rektor UMP menyampaikan “Bahwasannya mewakili dari Universitas, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan arhan dari Tim Asesor untuk perbaikan Prodi, Fakultas dan Universitas supaya dapat menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya”.

Dr. Fauzan,M.A, dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta selaku Asesor 1 menyampaikan “Asesor itu bukan mencari-cari sesuatu yang tidak ada. Kami harapannya untuk kemajuan Prodi, Fakultas dan Universitas. Mengembangkan visi misi perlu adanya kesesuaian dengan stakeholder yang ada yang perlu mempertimbangkan leveling yang  berkaitan pada pengembangan visi ke depan sesuai dengan KKNI. UMP sudah baik dalam mengelola manajemen lembaga yang stabil dengan baik.

 

Asesor 2 pun menyampaikan “Keberadaan Tim Asesor tidak pernah bermaksud menghakimi, kami justru hanya ingin membantu melengkapi bagian-bagian yang masih tampak kurang. Jika melihat dari awal dokumen administrasi sudah dikirim dengan baik. Secara keseluruhan, kelola UMP sudah bagus. Hanya saja memang perlu sedikit ada sedikit perbaikan pada bagian-bagian tertentu. Dan itu menjadi proses untuk kampus UMP menjadi lebih baik lagi kedepannya” ucap Prof. Dr. Rakimahwati, M.Pd., Universitas Negeri Padang. (bast)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UMP RAIH DANA PKKM 2021 DARI KEMDIKBUD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UMP RAIH DANA PKKM 2021 DARI KEMDIKBUD

Program Studi Pendidikan Matematika raih hibah Program Kompetisi Kampus Mengajar (PKKM) dari Kementiran Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Hibah yang di terima sebesar 538 juta rupiah.

 

“Banyak hal yang perlu kami persiapkan dalam penyusunan proposal hibah tersebut. Setelah proposal di terima dan adanya visitasi terhadap prodi, kemudian revisi sebanyak tiga kali. Akhirnya Alhamdulillah Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMP diberi kepercayaan untuk dapat menjalani program yang telah kami susun sesuai pada proposal.” ucap Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMP.

 

Dekan FKIP UMP menyampaikan “ Selamat dan Sukses untuk Program Studi Pendidikan Matematika. Semoga lolos dan diraihnya dana PKKM 2021 dari Kemdikbud ini, dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk para dosen supaya dapat menciptakan Program Studi Matematika yang menjadi semakin baik dan berkualitas”. (bast)

PGPAUD FKIP UMP Terpilih sebagai Peserta FGD Kemendikbud se-Indonesia

PGPAUD FKIP UMP Terpilih sebagai Peserta FGD Kemendikbud se-Indonesia

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terpilih menjadi peserta Focus Group Discussion (FGD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) se-Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat sampai Minggu, tanggal 4 – 6 Juni 2021 di Hotel Swiss Bellin Bogor. Kegiatan FGD membahas dan mereview program kebijakan guru serta tenaga kependidikan Anak Usia Dini terkit pemetaan data dan permalasahan implementasi program GTK PAUD.

Dr. Desti Pujiati, M.Pd selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) PGPAUD UMP dalam pemaparannya menyampaikan terkait permasalahan Pendidikan Anak Usia Dini yaitu tentang Sumber daya manusia guru yang wajib berpendidikan S-1 PGPAUD.

“Pada dasarnya permintaan kelompok bermain seperti TK bisa dijadikan formal dan dapat juga menggunakan dana desa termasuk untuk fasilitas, sarana dan prasarana serta peningkatan insentif guru. Tetapi sejauh ini, hal tersebut belum dapat terlaksana” jelas Bu Desti.

Bu Desti sebagai delegasi UMP juga menyampaikan bahwa PGPAUD FKIP UMP bertujuan untuk meghasilkan lulusan calon guru PAUD yang berkepribadian luhur, memiliki kemampuan mendidik dan membimbing anak usia dini.

“PGPAUD FKIP UMP mendidik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat lokal dan nasional. Selain itu PGPAUD menjadi lembaga kemitraan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan anak usia  dini” kata Dr. Desti Pujiati, M.Pd.

Dalam acara tersebut, ada lima Perguruan Tinggi di Indonesia yang turut terpilih menjadi peserta FGD Kemendikbuud se-Indonesia yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Al-Azhar, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, satu-satunya kampus Muhammadiyah yang terpillih menjadi peserta GTK PAUD Kemendikbud RI. (bast)

FKIP UMP menjadi Penyelenggara Diklat Calon Kepala Sekolah Kabupaten Purbalingga

FKIP UMP menjadi Penyelenggara Diklat Calon Kepala Sekolah Kabupaten Purbalingga

Purbalingga

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyelenggara Diklat Calon Kepala Sekolah (CKS). FKIP UMP dipercaya sejak 20118 oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD). Awal Mei 2021, LPD FKIP UMP melayani Diklat CKS Kabupaten Purbalingga yang berjumlah 44 orang terdiri dari 35 CKS SD dan 6 CKS SMP. Kegiatan ini dilaksanakan dengan 4 tahapan, yaitu OJT 1 (On The Job Training) 1 yang sudah diselenggarakan pada 3 Mei 2021 bertempat di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dengan jumlah 20 jam pelajaran, selanjutnya IST 1 (In Service Training) 1 yang diselenggarakan mulai 16 s.d.21 Mei 2021 bertempat di Hotel Surya Yudha Purwokerto sebanyak 50 jam pelajaran, tahap berikutnya adalah OJT 2 yang berjumlah 200 jam pelajaran serta diakhiri kegiatan IST 2 sebanyak 30 Jam Pelajaran yang Insya Allah dilaksanakan pada Juli 2021.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan yang sangat ketat. Setiap peserta dan panitia  harus melakukan Swab Antigen dan dinyatakan Negatif Covid-19. Diklat CKS ini dilayani 3 pengajar yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tujuan Diklat ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman bagi para CKS.

“Alhamdulillah kami masih dipercaya sampai saat ini untuk menjadi Penyelenggara Diklat meskipun di tengah Pandemi. Semua peserta dan panitia di Swab Antigen terlebih dahulu dan semuanya negatif. Semoga kegiatan dapat terus berjalan lancar hingga akhir” tegas Saefurrohman, Ph.D. selaku ketua LPD dan Peanggungjawab kegiatan.

Dalam sambutannya Rektor UMP Dr. Jebul Suroso, Ns.S.Kp., M.Kep. memberikan motivasi kepada para CKS agar mengikuti kegiatan ini dengan gembira, bahagia dan dapat mengimplementasikan hasil Diklat dengan baik di sekolah masing-masing. Pada pembukaan IST 1 ini Rektor juga memberikan materi mengenai Kebijakan Kementerian sebagai materi pembuka kegiatan IST 1. (emf/bast)