MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH BANYUMAS GANDENG KERJASAMA DENGAN LPD UMP

MAJELIS DIKDASMEN MUHAMMADIYAH BANYUMAS GANDENG KERJASAMA DENGAN LPD UMP

Pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 bertempat di Aula Kantor Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyumas sejumlah 89 guru siap mengikuti Diklat Calon Kepala Sekolah. Kegiatan tatap muka yang berlangsung telah dipersiapkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Pembukaan kegiatan Diklat tidak hanya dihadiri oleh bapak/ibu peserta, melainkan juga turut hadir bapak/ibu pengajar diklat, ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen serta Dekan FKIP UMP bersama Ketua LPD UMP.

Dalam Laporannya, Ketua LPD UMP Saefurrohman Ph.D. menyampaikan bahwa sejumlah 89 guru sebelumnya telah melalui tahap seleksi subtansi dan dikatakan lulus atau layak. Shingga seluruh peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan yang mulai berlangsung pada 16 Oktober 2021 – 20 Desember 2021.

Drs. Eko Suroso, M.Pd. selaku Dekan FKIP UMP sekaligus Pengajar Diklat Calon Kepala Sekolah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyumas untuk bekerjasama dengan LPD UMP yang berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.  Semoga seluruh peserta diklat selalu diberikan kesehatan dan semangat yang luar biasa, sehingga pada akhir kegiatan diklat nantinya bapak/ibu semua dapat dinhyatakan lulus dalam Diklat Calon Kepala Sekolah ini.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Bapak Drs. H. Warmanto, M.Pd. (Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyumas) menyampaikan bahwa “Semangat yang luar biasa akan dapat mengubah segalanya”. Silahkan bapak/ibu mengikuti dan menikmati kegiatan Diklat ini yang akan berakhir hingga bulan Desember dengan sebaik mungkin, sehingga seluruh peserta nantinya akan dinyatakan lulus dan layak menjadi Calon Kepala Sekolah. (bast)

BUNDA PAUD BANYUMAS TURUT AKTIF DALAM MENGIKUTI KEGIATAN PLP 1 YANG DISELENGGARAKAN FKIP UMP

BUNDA PAUD BANYUMAS TURUT AKTIF DALAM MENGIKUTI KEGIATAN PLP 1 YANG DISELENGGARAKAN FKIP UMP

 

Senin, 04 Oktober 2021 Bunda PAUD Banyumas Erna Husain yang saat ini sedang menempuh pendidikan Strata satu  di PG PAUD FKIP UMP penuh antusias dalam mengikuti PLP 1. Erna Husain yang merupakan istri Bupati Banyumas turut hadir dalam salah satu acara PLP 1 yaitu penyerahan mahasiswa PLP 1 oleh DPL ke sekolah.

 

Dalam acara tersebut, Dr. Labib Sajawandi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan bahwa pada dasarnya kegiatan PLP ini akan berlangsung dalam waktu dua minggu. Mahasiswa diminta untuk melakukan observasi kegiatan dilingkungan persekolahan dengan mengikuti panduan kegiatan dari Panitia PLP dan menyesuaikan arahan dari Guru Pamong ketika di TK dalam implemantasinya. Semangat berkegiatan, menuju awal kesuksesan. (bast)

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMP raih Dana PK-KM 2021 dari Kemdikbud

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMP raih Dana PK-KM 2021 dari Kemdikbud

 

 

 

Salah satu Program Studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil meraih dana Program Kompetisi-Kampus Merdeka (PK-KM). Program Studi tersebut adalah Pendidikan Matematika.

 

PK-KM merupakan program kompetisi terbuka dengan sistem seleksi yang ketat dan tidak mudah sehingga Tim Penyusun Kegiatan PK-KM menjalani persiapan yang serius untuk mendapatkannya.

“Untuk dapat meraih dana PK-KM 2021 dari Kementiran Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bukanlah hal yang mudah. Kami perlu mempersiapkan banyak hal dan bersungguh-sungguh dalam penyusunan proposal. Tidak hanya itu, setelah pengajuan proposal dan kami membuat Tim Task Force, kemudian proposal diseleksi melalui visitasi kegiatan PK-KM yang diajukan, kemudian ada revisi sebanyak tiga kali. Akhirnya, Alhamdulillah kami diberi kepercayaan untuk dapat mengelola kegiatan PK-KM yang telah kami susun sesuai dengan proposal senilai sekitar 536 juta rupiah”, kata Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika FKIP UMP, Dr. Anton Jaelani, S.Pd., M.Pd.

 

Dekan FKIP UMP menyampaikan, “Selamat dan Sukses untuk Program Studi Pendidikan Matematika. Semoga dengan lolos dan diraihnya dana PK-KM 2021 dari Kemdikbud ini, dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk para dosen agar dapat menciptakan Program Studi Pendidikan Matematika menjadi semakin unggul dan berkualitas.” (bast)

KKN Pendidikan FKIP UMP, Solutif terhadap Dampak Pandemi dalam Bidang Pendidikan di Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang, Kabupaen Pemalang

KKN Pendidikan FKIP UMP, Solutif terhadap Dampak Pandemi dalam Bidang Pendidikan di Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang, Kabupaen Pemalang

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam hal ini diwakili oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Dhi Bramasta, S.Si, M,Pd. menyerahkan 6  mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata di Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Kegiatan penyerahan tersebut dilakukan secara gabungan antara daring dan luring di kelurahan Paduraksa (2/8/2021).

Dimas Yusuf Afrizal, salah satu perwakilan mahasiswa KKN di kelurahan Paduraksa menyampaikan bahwa kegiatan KKN yang dilakukan akan berfokus pada penanggulangan dampak covid-19 pada bidang pendidikan melalui kegiatan pendampingan belajar siswa serta pengenalan kepada guru tentang bagaimana media pembelajaran daring yang menarik bagi siswa di situasi belajar dari rumah.

“Kami telah menyiapkan program kerja yang nantinya bertujuan untuk membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu pendampingan belajar siswa, selain itu juga kami akan mengenalkan kepada guru sekolah dasar di lingkungan sekitar tentang bagaimana membuat media pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.” Ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan, Dhi Bramasta menyampaikan bahwa KKN yang dilakukan saat ini tidak seperti KKN seperti biasanya, karena sedang dalam situasi pandemi sehingga KKN dilaksanakan secara daring dan luring terbatas. Namun Dhi Bramasta berharap pelaksanaan KKN yang dilakukan secara terbatas ini tidak mengurangi semangat mahasiswa untuk menyebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar tentu dengan bimbingan dari pihak kelurahan dan masyarakat setempat.

“Saya berharap, walaupun KKN dilaksanakan secara daring mahasiswa tetap semangat menjalani KKN ini dan dapat bagi masyarakat sekitar khusunya dalam bidang pendidikan. Saya juga mohon bimbingan Bapak/Ibu dari staf kelurahan untuk terus dapat mendampingi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan KKN ini dan selalu mengingatkan agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.” Ujar Dhi Bramasta yang terhubung melalui google meet.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Lurah Paduraksa Indarjo Tulus Prabowo S.H. berharap kegiatan KKN yang dilaksanakan di kelurahan Paduraksa dapat memberikan manfaat kepada masyarakat  sekitar serta dapat memberikan pengalaman kepada para mahasiswa yang melaksanakan kegiatan KKN.

“Kami mewakili masyarakat kelurahan Paduraksa mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN Pendidikan FKIP UMP, saya secara pribadi berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa sekalian. Selain itu saya juga sangat berharap kehadiran mahasiswa-mahsiswa KKN FKIP ini dapat membangkitkan semangat belajar anak-anak, terutama anak-anak siswa sekolah dasar, karena dalam situasi pandemi saat ini mereka harus belajar dari rumah dan mereka belum bisa belajar secara mandiri,”  terangnya. (Dimas Yusuf Afrizal)

Jurus Anti Galau Laksanakan Program Kampus Mengajar 2

Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum.:

Jurus Anti Galau Laksanakan Program Kampus Mengajar 2

Program Kampus Mengajar adalah salah satu program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, dngan menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam mendukung kepala sekolah melakukan efisiensi administrasi dan manajerial sekolah. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kampus Merdeka yang mengizinkan mahasiswa untuk belajar di luar kampus.

“Kampus Mengajar Angkatan 2 ini merekrut 17.000 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 3.400 SD yang sudah ditunjuk dan 3000 mahasiswa akan diterjunkan ke 375 SMP di 34 Provinsi,” demikian dinyatakan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Aris Junaidi. Sasaran Program Kampus Mengajar 2 adalah Sekolah Dasar (SD) dasn Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah 3 T (tertinggal, terluar dan terdepan).

Bagaimana kesan dan perasaan mahasiswa yang diterima dalam Prpgram Kampus Mengajar 2?

“Untuk perasaan saya saat awal seleksi, pastinya saya sangat antusias dan semangat. Berharap sekali bisa diterima dan bisa bertemu dengan teman – teman baru juga bertemu dengan adik – adik siswa SD atau SMP. Saya juga berharap bisa belajar banyak hal dan menambah pengalaman diluar kampus. Setelah itu, perasaan saya saat pengumuman tanggal 21 Juli adalah senang sekali karena saya dinyatakan diterima menjadi peserta Kampus Mengajar 2. Sebelum itu, pengumuman sempat ditunda dan tidak ada kepastian pukul berapa pengumuman bisa dilihat. Saya membuka laman Kampus Merdeka secara berkala seharian penuh tetapi nihil tidak ada pengumuman apapun. Akhirnya setelah tengah malam, saya mencoba membuka lama Kampus Merdeka kembali sebelum tidur. Dan puji syukur saya diterima,” ujar Pipit  Arum Setiana, mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Udayana, mengungkapkan perasaannya.

Tidak hanya Pipit, rasa syukur itu juga dirasakan oleh Nida. Nida Rifdatul Amalia, ia adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Nida merasa senang dan bersyukur bisa lolos di Kampus Mengajar, mengingat yang diterima 22000 dari 36000. Senang bisa diberi kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman beda kampus, bisa kenal dengan dosen luar kampus juga. Bisa dapat ilmu yang banyak dari mentor-mentor di Kampus Merdeka. Program yang ingin Nida lakukan nanti, Nida ingin mengajak siswa-siswa di SD untuk belajar sambil bermain. Pembelajaran yang disisipi permainan atau games, membuat minat siswa untuk belajar menjadi meningkat. Siswa juga akan aktif dalam pembelajaran.

Anisa Amanatul, mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, juga merasa sangat senang dan bersyukur lolos Program Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021. Karena dengan program ini Anisa Amanatul dapat menambah pengalaman hidup. Program yang akan dijalankan Anisa Amanatul ingin menjalankan program untuk memajukan sekolah di mana Anisa Amanatul ditempatkan agar sekolah tersebut tidak terbelakang lagi.

Anisa Kharimatul, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta juga merasa sangat bersyukur dan senang karena lolos kampus mengajar angkatan 2 tahun 2021, yang mana peserta yang mendaftar sebanyak 36.000 dan yang diterima hanya 22.000. Anisa Kharimatul sangat senang karena dengan mengikuti program kampus mengajar ini, ia berharap bisa melatih soft skill-nya, menambah pengalaman, dan ikut serta dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.

Pipit, Nida, Anisa Amanatul dan Anisa Kharimatul, adalah mahasiswa yang diterima dalam Program Kampus Mengajar 2 dengan penempatan lokasi di SD Negeri Trombol 1 Ngunut Sragen. Mereka berjumlah 6 orang. Dua orang lagi yaitu Greynike Puti Astuti dari Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Yunitasari Tyas Ayuwati yang merupakan mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan. Maka dalam kelompok berjumlah 6 orang yang mendapat tugas melaksanakan kegiatan Kampus Mengajar 2 di SDN Trombol 1 Sragen, merupakan mahasiswa yang berasal dari 3 perguruan tinggi, yaitu: Universitas Udayana, Universitas, Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Ahmad Dahlan.

Keenam mahasiswa yang bertugas di SD yang akreditasinya masih C tersebut akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebagai DPL bagi mahasiswa yang bertugas di SDN Trombol 1 Sragen adalah Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum.,seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

“Saya akan memberikan pengarahan supaya mahasiswa tidak galau dalam melaksanakan program Kampus Mengajar 2,” demikian dinyatakan Eko Sri Israhayu, yang acapkali disapa dengan Bu Yayuk atau Bunda Yayuk. Oleh karenanya, pada 27 Juli 2021 dilaksanakan koordinasi awal melalui google meet untuk memberikan gambaran kegiatan Kampus Mengajar 2. DPL yang sebelumnya juga bertugas sebagai DPL pada Program Kampus Mengajar 1 ini merasa perlu memberikan informasi-informasi berkaitan dengan program Kampus Mengajar 2. “Supaya mahasiswa yang akan bertugas nanti tidak galau,” demikian dikatakan Yayuk.

Melalui google meet diterangkan sejumlah cara agar pelaksanaan program Kampus Mengajar dapat berjalan dengan baik. Di antaranya Yayuk menjelaskan: (1) Pelajari Panduan Kampus Mengajar 2, (2) Rancangan dan pelaksanaan program disesuaikan dengan analisis kebutuhan dan masalah mitra, (3) koordinasi dengan DPL untuk rancangan dan pelaksanaan program dan (4) segera berkonsultasi jika menemui kesulitan.

“Selain itu mahasiswa juga harus menciptakan komunikasi yang baik dengan mitra Program Kampus Mengajar 2, yaitu Kepala sekolah dan Guru Pamong. Nah, hal lainnya yang cukup penting yaitu berupaya menjaga keharmonisan kelompok dengan cara menghindari adanya kesalahpahaman dalam kelompok.  Hal yang terakhir, supaya mahasiswa tidak bingung dalam membuat logbook ataupun laporan mingguan adalah mahasiswa memiliki ketertiban dalam mendokumentasi program yang dilaksanakan. Buat catatan-catatan dan dokumentasi tertib berupa foto atau video pelaksanaan program,” papar Yayuk panjang lebar menguraikan jurus anti galau dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar 2.

Para mahasiswa yang mengikuti penjelasan Yayuk merasa senang mendapat masukan dari DPLnya. Yunitasari Tyas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, yang merasa sangat bersyukur diterima dalam Program Kampus Mengajar 2 telah merancang kegiatannya untuk ikut berkontribusi pada kegiatan kampus mengajar ini.

“Saya sudah memiliki keinginan sejak Kampus Mengajar 1, tetapi baru kesampaian mendaftar pada kesempatan kampus mengajar 2 ini. Bersyukur juga bisa diberi kesempatan untuk belajar karena saya bukan dari latar belakang pendidikan saya berasal dari prodi Manajemen. Selain itu juga bisa berkenalan dengan teman teman di luar kampus dan bisa berproses lebih baik lagi. Mengingat pada Dapodik Kemendikbud tertera bahwa SD tempat saya ditugaskan tidak memiliki perpustakaan, maka saya dan teman teman akan menjalankan program pojok baca. Harapanya agar dapat meningkatkan kompetensi literasi siswa. Program yang lain yaitu melakukan penambahan materi litersi dan numerasi pada siswa. Dengan bahan ajar yg sudah disediakan modul oleh kemendikbud dan juga bisa dengan peanayangan video serta power point yang menarik agar siswa semangat untuk belajar dan kegiatan belajar tidak monoton,” lanjut Yunita.

Pipit  Arum Setiana, yang ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Kampus Mengajar 2 di SD N Trombol 1 Sragen, menjadi lebih lega setelah mendapat pencerahan dari DPL berkait dengan kegiatan Kampus Mengajar 2.  Ia mengaku lebih jelas berkaitan dengan program Kampus Mengajar 2 dan akan berkoordinasi lebih lanjut berkaitan program kelompoknya. Pelaksanaan  program Kampus Mengajar 2 akan dilaksanakan pada 2 Agustus – 17 Desember 2021. Semoga dapat melakukan yang terbaik, harapnya.* (PAS)

 

Proposal Program KKN Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Masa Pandemi

Proposal Program  KKN

Berbasis Kebutuhan Masyarakat di Masa Pandemi

“Sebagai dosen pembimbing lapangan, saya akan mengawal kegiatan kalian dari awal hingga akhir. Oleh karena itu saya berharap program-program yang kalian rancang adalah program yang berbasis kebutuhan masyarakat, tetapi juga disesuaikan dengan kemampuan kalian. Silakan siapkan secara maksimal program yang sudah dirancang untuk dapat direalisasikan secara daring dan luring terbatas. Program-program yang sudah kalian rancang bagus, dan semoga nanti dapat dilaksanakan dengan lancar”. Demikian dinyatakan Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum., selaku DPL dari kelompok 12 KKN Tematik FKIP UMP. Bunda Yayuk, demikian ia biasa dipanggil, kemudian menjelaskan bahwa program yang dipilih sebaiknya berbasis kebutuhan masyarakat terutama dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat pada masa pandemi sekarang ini. Bunda Yayuk kemudian memberikan contoh problem riil pada masa pandemi, yakni problem siswa dan orang tua siswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Banyak orang tua yang mengeluh, sulit memahami aplikasi yang digunakan pihak sekolah untuk pelaksanaan pembelajaran daring, sehingga saat mendampingi anaknya belajar timbul kesulitan-kesulitan kaitannya dengan ragam aplikasi yang digunakan. Bunda Yayuk pun kemudian banyak memberikan motivasi kepada kelompok yang dibimbingnya dalam kegiatan Koordinasi Kegiatan KKN dengan mahasiswa bimbingannya tersebut melalui google meet  (21/7/2021).

Februardi Maulana Putra, atau yang akrab dipanggil Ardi, sebagai Ketua Kelompok 12 memandang perlu adanya kegiatan koordinasi dengan DPL, kendati dilakukan secara daring melalui google meet. Ardi merasa bimbingan itu sangat perlu untuk dilakukan lantaran proposal harus sudah dikirim pada tanggal 21 Juli 2021. Melalui pertemuan virtual tersebut, Ardi dan kelompoknya menerima banyak masukan dari DPL terkait kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat KKN, misalnya saja membuat kegiatan berbasis masyarakat namun tidak merepotkan dan belum ketinggalan zaman. Atas arahan dari DPL, Ardi menambah kegiatan yang awalnya hanya penyuluhan cara menggunakan masker yang baik, menjadi penyuluhan dan donasi masker. Selain itu, Ardi dan kelompoknya juga akan melakukan donasi sikat gigi dan membuat penyuluhan mengenai cara menyikat gigi yang benar pada siswa PAUD atau anak-anak usia 3-4 tahun di RT 1 RW 5 Kelurahan Karang Pucung, Purwokerto Selatan.

Selain memberikan arahan terkait program kerja yang akan dilaksanakan, Ardi dan kelompoknya, Bunda Yayuk  juga menyapa para anggota kelompok dengan menanyakan asal program studi serta peran yang akan diberikan sebagai bukti kontribusi pada pelaksanaan program kelompok. Sebagai DPL, Bunda Yayuk menyarankan agar masing-masing anggota kelompok berkontribusi dengan melakukan kegiatan berkaitan dengan prodi dan divisinya. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengalami  kesulitan yang berarti saat menjalani program kerja. Bunda Yayuk juga mengingatkan pentingnya kegiatan koordinasi secara interen untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam kelompok.

Kelompok 12 memiliki sejumlah usulan program KKN di antaranya; pendampingan belajar pada siswa SD – SMA, pelatihan pembuatan power point dan video presentasi bagi siswa SMP dan SMA, pembagian masker gratis, lomba baca puisi dengan tema kemerdekaan bagi Ibu-ibu PKK, serta penyuluhan dan pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal). Pembuatan MOL berguna untuk dekomposer dan pupuk organik cair, sekaligus membuat penyuluhan cara membuat kompos menggunakan sampah organik dan limbah dapur. Berdasarkan kunjungan observasi pada beberapa warga di RT 1 RW 5 Kelurahan Karang Pucung Purwokerto Selatan ini, tampaknya masyarakat sekitar cukup menyambut baik kegiatan KKN Tematik FKIP UMP ini.

Ardi dan kelompoknya berharap dapat melaksanakan kegiatan program kerjanya dengan baik dan lancar. Tentu saja, kelak program kerjanya akan dilaksanakan dengan daring dan luring terbatas. Ardi ingin berkontribusi melalui kegiatan nyata yang dibutuhkan masyarakat, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. (Bella)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UMP SIAPKAN PEMBEKALAN BAGI PESERTA KKN PENDIDIKAN 2021

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UMP SIAPKAN PEMBEKALAN BAGI PESERTA KKN PENDIDIKAN 2021

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah menyiapkan serangkaian acara KKN Pendidikan bagi mahasiswa semester 6. Salah satunya ialah Pembekalan Peserta KKN Pendidikan FKIP UMP yang dilaksanakan pada Kamis, 08 Juli 2021 secara online via zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 355 peserta KKN dari 9 program studi yang ada di FKIP UMP.

KKN Pendidikan yang dilaksanakan oleh FKIP UMP ini hanya dari lingkup satu fakultas dan lintas program studi. Tujuannya supaya mahasiswa FKIP UMP dapat lebih difokuskan pada program memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sekitar.

Dr. Laily Nurlina, M.Pd. selaku ketua panitia KKN Pendidikan FKIP UMP 2021 menyampaikan bahwa “KKN Pendidikan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FKIP UMP Semester 6 nantinya akan diakhiri dengan acara Webinar Pendidikan. Jadi tidak ada ekspo secara luring. Kemudian bagi mahasiswa yang dapat menulis Artikel Ilmiah sebagai hasil dari KKN Pendidikan, maka akan mendapatkan point tambahan”.

Selain itu, mahasiswa yang akan mengikuti KKN juga diberikan contoh tentang pengisian Logbook daring baik untuk individu maupun kelompok. Kemudian para mahasiswa juga diberikan pengetahuan dan wawasan tambahan seputar pandemi Covid-19 beserta protokol kesehatan. Kedua hal tersebut termasuk fasilitas yang panitia siapkan untuk seluruh peserta KKN sebagai bentuk memudahkan para mahasiswa dan bekal untuk terjun di masyarakat.

Drs. Eko Suroso, M.Pd. selaku Dekan FKIP UMP juga menyampaikan “Harapannya dari KKN Pendidikan yang diadakan oleh FKIP UMP  ini, dapat pula dijadikan sebagai media publikasi untuk meningkatkan minat studi masyarakat sekitar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto”. (bast)

KOORDINASI PERIAPAN KKN PENDIDIKAN FKIP UMP 2021 BERSAMA DPL

KOORDINASI PERIAPAN KKN PENDIDIKAN FKIP UMP 2021 BERSAMA DPL

 

Kegiatan KKN Pendidikan 2021 yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini telah dipersiapkan dengan baik. Pada hari Selasa, 22 Juni 2021 segenap dekanat FKIP UMP bersama Panitia KKN menggelar koordinasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) I. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal koordinasi terkait dengan Pelaksanaan KKN Pendidikan 2021.

Kemudian pada hari Kamis, 08 Juli 2021 koordinasi bersama DPL II kembali dilaksanakan. Kegiatan tersebut membahas tentang adanya perubahan KKN Pendidikan yang semula dari luring menjadi daring.

Dr. Laily Nurlina, M.Pd. selaku ketua panitia menyampaikan “Adanya perubahan kegiatan KKN Pendidikan 2021 ini mengacu pada berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah terutama di beberapa titik tempat mahasiswa KKN”.

Drs. Eko Suroso, M.Pd dalam tanggapannya menyampaikan bawa “Jika memang kegiatan KKN Pendidikan 2021 memungkinkan untuk dilaksanakan secara daring, maka silahkan dipersiapkan sebaik mungkin. Melihat situasi dan kondisi yang masih belum memungkinkan untuk para mahasiswa kita terjunkan ke desa-desa secara langsung”. (bast)

Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Virus Covid-19 sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk berakhir. Akibat adanya pandemi Covid-19 banyak dampak negatif yang dialami dalam berbagai sektor. Salah satu sektor yang menerima dampak paling besar yaitu sektor pendidikan, terjadi perubahan pada aktivitas belajar mengajar. Sehingga diterapkan pembelajaran secara daring.

Hal tersebut berdampak pula pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tahun ini merupakan  tahun ke dua Universitas Muhammadiyah Purwokerto memberlakukan sistem KKN secara daring. Para mahasiswa peserta KKN ditempatkan di daerah domisili mahasiswa. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Namun karena pandemi Covid-19 membuat mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakatnya di daerah asalnya.

Wijinia Aulia Aryani, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto asal Cilacap, melaksanakan kegiatan KKN secara daring di desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Oleh karena pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan, maka ia harus memanfaatkan media sosial dan media cetak. “Jadi tahun ini FKIP UMP memberlakukan KKN tersendiri yakni “KKN Tematik UMP”. Program kerja yang dilaksanakan menggabungkan dua program, pertama program pendidikan, kedua program kemasyarakatan. Untuk melancarkan kegiatan KKN Tematik ini saya memanfaatkan media sosial dan media cetak. Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan kerumunan sehingga mengurangi angka kenaikan Covid-19,” ungkap wanita yang sering disapa Wijinia saat ditemui di kediamannya.

Oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Eko Muharudin M.Pd., Wijinia disarankan untuk melaksanakan program yang tidak memberatkan bagi dirinya dan kelompoknya. Serta dalam melaksanakan kegiataan harus taat terhadap protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan. Atas arahan DPL, Wijinia berencana membuat program kerja KKN pendidikan yang akan dijalankan diantaranya melakukan bimbingan belajar dan diikuti kuis, menggunakan media youtube untuk proses pembelajaran siswa. Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas siswa ia juga mengadakan kegiatan lomba membuat poster prokes covid-19 melalui instagram.

“Untuk proker kemasyarakatan di desa Rawajaya, Bantarsari Cilacap, yaitu  membuat poster tentang cara menggunakan double masker yang benar. Selain itu ada pula tema lain yaitu tips tips mencegah penularan virus corona seperti rajin mencuci tangan, hindari penggunaan barang pribadi dengan teman, membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin yang bersih (higienis). Selain itu juga ada program lain yakni memberikan informasi mengenai Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Kami juga merencanakan ada pembagian masker serta membantu kegiatan vaksinasi Covid-19,” papar Wijinia lanjut.

Meski KKN dilaksanakan secara daring dan dilakukan di daerah masing-masing mahasiswa tapi tetap memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa. Bagi Wijinia, KKN Tematik FKIP UMP yang akan dilaksanakan pada 31 Juli – 31 Agustus 2021 yang akan datang,  membuatnya lebih dekat dengan masyarakat daerah tempatnya tinggal.

“Ada hikmah dari pelaksanaan kegiatan KKN di masa pandemi ini. Walaupun kegiatan berlangsung secara daring namun saya tetap antusias. Banyak kegiatan yang pada akhirnya nanti membuat saya dekat dengan masyarakat,” demikian diharapkan Wijinia. (Ari)

KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

“Di era pandemi seperti ini kan kita tidak boleh berkerumun, jadi ya lebih baik kita rancang program kerja memungkinkan dapat dilaksanakan sesuai kondisi yang ada. Bahkan kalau bisa semuanya daring. Kecuali kalau memang harus ada pertemuan yang mendesak, kita perwakilan saja dan harus mematuhi protokol kesehatan tentunya” demikian dinyatakan Februardi Maulana Putra, seorang mahasiswa dari Prodi PBSI Universitas Muhammadiyah Purwokerto, selaku Ketua Kelompok 12 ketika ditanya berkaitan dengan program kerjanya. Ardi, demikian ia biasa dipanggil, kemudian menjelaskan bahwa pada kegitan KKN yang diikutinya tahun ini, ia beserta kelompoknya ditempatkan di daerah Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Ardi dan kelompoknya semula bingung dengan program KKN yang akan diusulkannya. Dalam waktu dua tiga hari ini, ia dan kelompoknya harus segera menyelesaikan proposal kegiatan KKN yang akan dijalaninya pada 31 Juli – 31 Agustus 2021. Ia kemudian mengonsultasikan kegiatannya kepada dosen pembimbing yakni Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Oleh DPL, Ardi disarankan untuk membuat program kerja yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam bidang pendidikan. Atas arahan dari DPL, Ardi berencana membuat program kerja di antaranya membimbing siswa khususnya dalam menggunakan Iptek, membuat kelompok belajar siswa atau tempat les yang akan dilakukan secara hybrid dengan tujuan mencari solusi dari masalah siswa dalam pembelajaran daring dan mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu, Ardi juga akan mendampingi orang tua siswa untuk mengetahui masalah dan mencarikan solusi berkaitan dengan pembelajaran daring saat ini.

Selain arahan dari DPL, Ardi juga sering melihat banyak siswa yang belum menguasai Iptek, terutama dalam membuat video presentasi yang baik. Selain itu, banyak anak yang merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas karena pelajaran yang disampaikan guru kurang jelas akibat daring, terlebih lagi tugas yang sangat banyak membebani siswa. Kemudian, Ardi juga sering melihat orang tua kurang peduli dan tidak mendampingi anaknya, dan ada juga yang merasa kesulitan dalam mendampingi anaknya, terlebih berkaitan dengan masalah Iptek.

Ardi yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir prosi PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, semula merasa galau memikirkan program kerja apa yang akan dibuatnya. Hal tersebut lantaran pihak Universitas mengharuskan melaksanakan kegiatan secara daring. Ardi berharap dapat membuat proker yang dapat bermanfaat namun tidak merepotkan. Beruntung ia pernah menjadi punya pengalaman menjadi pendamping belajar bagi siswa, sehingga program kerja yang akan ia laksanakanpun di antaranya melaksanakan pendampingan belajar bagi siswa yang merasa kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Tentu saja, kelak program ini ia laksanakan bersama kelompoknya dengan jumlah siswa yang terbatas. Misalnya sekitar 7 – 10 orang. Ardi juga mensyaratkan bagi kelompoknya untuk melakukan pendampingan belajar secara luring, jika diperlukan dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid. Ada sejumlah program kegiatan KKN yang digagas Ardi bersama kelompoknya  misalnya: pendampingan kelompok belajar kecil, Lomba Mewarnai untuk TK – SD, Lomba Baca Puisi dengan tema Kemerdekaan , Lomba Baca Puisi, Lomba Adzan dan Hafalan Al Quran, Bimbingan Membuat Video Presentasi dan kegiatan Baksos seperti bagi-bagi masker dan sembako. Beberapa lomba yang dirancang diselenggarakan secara daring, sehingga tidak menyebabkan terjadi kerumunan.

Ardi dan kawan-kawannya berpendapat bahwa rancangan program yang diusulkannya sebagai bentuk KKN Alternatif Solutif. Sebab, program-program tersebut dibutuhkan masyarakat. Ia bersama kelompoknya berharap rancangan program yang diusulkan dapat disetujui untuk dilaksanakan. Bersama  kelompoknya, Ardi ingin turut memberikan kontribusi nyata di masa pandemi ini melalui kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Ia ingin turut membangun negeri melalui lingkungan terdekatnya. Semoga! (Ana)