Sinergi PBA UMP Sebagai Pengurus IMLA Daerah Jawa Tengah

Pada Jumat (10/10/2025) Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Muhammad Asdi Nurkholis, S.Pd.I., B.Ed., M.Pd. menghadiri pelantikan pengurus Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-Arabiyah (IMLA) Indonesia Daerah Jawa Tengah Periode 2025-2029.

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum IMLA Indonesia Prof. Dr. Uril Bahrudin, sekaligus menuntun ikrar pengurus IMLA Daerah Jawa Tengah bertempat di ICT Center UIN Walisongo Semarang.

Keberadaan IMLA Daerah Jawa Tengah ini sangat penting untuk menguatkan bahasa Arab khususnya di sekolah-sekolah atau pesantren-pesantren di Jawa Tengah.

“Saya berharap IMLA Jawa Tengah ini memiliki program kerja yang nyata dan terjangkau dalam pengajaran bahasa Arab di tingkat sekolah atau pesantren di Jawa Tengah, karena tantangan kita hari ini adalah lemahnya bahasa Arab di tingkat siswa atau santri terutama dalam maharatul kalamnya”, ungkap Uril dalam wejangannya di hadapan para pengurus.

Sisi lain penguatan bahasa Arab tidak cukup adanya motivasi, namun perlu adanya legasi.

“Perlu direncanakan dari IMLA Indonesia ini untuk ikut andil dalam penetapan pemerintah dalam kurikulum pendidikan, menjadikan bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib atau pilihan di sekolah-sekolah di Indonesia”, ungkap Asdi, sekaligus Direktur Ma’had Al Imam Malik UMP di sela-sela diskusi tersebut.

PBA UMP siap bersinergi dalam pengembangan dan penguatan bahasa Arab khususnya di Jawa Tengah dengan bergabungnya Kaprodi PBA UMP sebagai pengurus Divisi Penelitian dan Pengembangan IMLA Indonesia Daerah Jawa Tengah.

Pelantikan pengurus tersebut dirangkaian dengan workshop bahan ajar bahasa Arab di era teknologi yang di hadiri para Kaprodi PBA baik dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah. (asd)

Dukung Prestasi Daerah, Kaprodi Ilmu Keolahragaan UMP Gelar Tes Fisik Skuad PERSIBAS Banyumas

Purwokerto, 10 Oktober 2025  Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dipercaya oleh manajemen PERSIBAS Banyumas untuk melaksanakan tes pengukuran fisik dan kebugaran bagi para pemain. Kegiatan ini berlangsung di GOR Satria Purwokerto dan diikuti oleh seluruh pemain tim utama.

Kegiatan pengukuran ini dipimpin langsung oleh Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, S.Pd. Jas., M.Or., AIFO., selaku Kaprodi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP, bersama tim dosen dan mahasiswa.

Pengukuran meliputi beberapa aspek kebugaran fisik, seperti daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot, kelincahan, serta komposisi tubuh pemain.

Menurut Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari kerja sama antara dunia akademik dan dunia olahraga profesional di daerah.  

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh manajemen PERSIBAS Banyumas kepada Prodi Ilmu Keolahragaan UMP. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan performa atlet daerah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk belajar dalam konteks profesional. Hasil pengukuran ini nantinya akan menjadi dasar bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih efektif, ujar Yudha.

Sementara itu, Coach Agus Yuniardi, pelatih kepala PERSIBAS Banyumas, menyambut baik kolaborasi dengan UMP.  

“Kami membutuhkan data  objektif untuk mengetahui kondisi fisik para pemain secara akurat. Tes yang dilakukan oleh tim dari UMP ini sangat membantu kami dalam menyusun strategi latihan dan mempersiapkan tim menghadapi kompetisi. Kerja sama ini tentu akan kami teruskan untuk pembinaan jangka panjang, ungkap Coach Agus.

Ketua Umum PERSIBAS Banyumas, Trisno Sudarso, S.Sos., juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan akademisi dalam mendukung kemajuan sepak bola Banyumas.

 “Kami berharap sinergi antara PERSIBAS dan UMP ini bisa terus berjalan, tidak hanya dalam pengukuran fisik, tetapi juga pengembangan sport science di Banyumas,”ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan olahraga daerah berbasis keilmuan dan riset terapan. (*/chy)

Seminar Bulan Bahasa 2025 Resmi Dibuka, Angkat Tema “Sesuatu di Balik Cerita: Menggali Jati Diri Lewat Sastra”

Purwokerto, 2 Oktober 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Bahasa 2025 melalui gelaran seminar nasional yang berlangsung pada Kamis (2/10). Seminar ini mengangkat tema “Sesuatu di Balik Cerita: Menggali Jati Diri Lewat Sastra”, yang diharapkan mampu memberikan ruang refleksi dan apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra.

Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr. Ely Hasan Sadeli, M.Pd., serta Ketua Program Studi PBSI, Akhmad Fauzan, M.Pd. Hadir pula narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Mulasih Tary, M.Pd. dan Bagas Ali Prasetyo, S.Sos., yang menyampaikan materi terkait sastra, identitas, dan peran bahasa dalam kehidupan.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PBSI, Akhmad Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa Bulan Bahasa merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Bulan Bahasa adalah event tahunan di mana program studi memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk mengundang narasumber yang inspiratif, sekaligus berkarya melalui berbagai acara yang bermanfaat. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremonial, tetapi benar-benar menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa dan peserta,” ujarnya.

Ketua HMPS PBSI, Matsna Nurul Baeti, dan Ketua Panitia, Asti Tiana Ningrum, juga turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan. Asti menekankan bahwa Bulan Bahasa adalah bentuk nyata kecintaan mahasiswa PBSI terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

“Bulan Bahasa merupakan agenda tahunan HMPS PBSI sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa dan sastra. Tahun ini, tema besar yang diusung adalah ‘Estetika Sastra, Gaungkan Cinta Bahasa’. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat baru dalam mengapresiasi sekaligus melestarikan bahasa dan sastra Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Mulasih Tary, M.Pd., menyoroti peran sastra sebagai sarana refleksi diri.

“Karya sastra lahir dari pengalaman, pengetahuan, imajinasi, dan kreativitas. Sumbernya bisa berasal dari perasaan, hubungan antar manusia, sejarah, maupun kebudayaan. Karena itu, sastra tidak hanya menjadi karya tulis, tetapi juga cermin kehidupan yang menyatukan realitas dan daya cipta penulisnya,” jelasnya.

Selain seminar, rangkaian Bulan Bahasa 2025 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain:Technical Meeting Olimpiade Bulan Bahasa

Seminar Nasional Bulan Bahasa (2 Oktober 2025) Gebyar Mahasiswa (11 Oktober 2025)

Final Olimpiade SMA/sederajat (18 Oktober 2025) Gerakan Cinta Bahasa dan Sastra Indonesia (GCBSI) (28 Oktober 2025)

Antusiasme peserta tahun ini terbilang tinggi. Untuk kategori mahasiswa, tercatat sudah ada perwakilan dari 14 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, pada kategori SMA/sederajat, jumlah peserta mencapai 133 siswa, terdiri dari 56 peserta cabang lomba pidato, 50 peserta baca puisi, dan 27 peserta cipta puisi.

Acara pembukaan berlangsung lancar dan khidmat. Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta dapat menggali lebih dalam makna di balik karya sastra, sekaligus menjadikannya sarana refleksi untuk menemukan jati diri serta memperkuat identitas kebangsaan. (Dya)

Mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP UMP Raih Mendali Perunggu pada ajang POMNAS JATENG 2025 Cabor Renang

Rivai Bagus Saputra Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto berhasil Meraih Mendali Perunggu pada ajang POMNAS JATENG 2025 Cabang Olahraga Renang Relay 4x100m Gaya Bebas Putra yang diselenggarakan pada 21-24 September 2025 di Gor Jatidiri Semarang. 

Rivai Bagus Saputra mengungkapkan rasa syukurnya dapat meraih mendali pada ajang POMNAS JATENG 2025. 

“Saya sangat senang berhasil mendapat mendali pada ajang POMNAS yang sangat bergengsi ini, mengingat saya tahun ini baru masuk dan alhamdulillah bisa menyumbangkan medali pomnas untuk universitas,” ungkapnya. 

Rivai mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan Universitas dan seluruh jajaran yang telah mendukung dan mengawal ia selama mengikuti ajang POMNAS. 

“Fasilitas kampus sangat bagus untuk persiapan pomnas dan selalu memonitor atlet atletnya supaya kebutuhannya terpenuhi dan untuk pendampingan sangat baik dan ada yang hadir dari UMP untuk mendampingi saya lomba di renang khususnya di gor jatidiri semarang, itu sangat meningkatkan motivasi saya,”tandanya.

Dr. Yudha Febrianta, M.Or selaku Kepala Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa IKOR UMP yang telah berhasil meraih Juara 3 Cabang Olahraga Renang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).

“Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa IKOR UMP, sekaligus mencerminkan kualitas pembinaan dan komitmen kita dalam mengembangkan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ungakapnya. 

Beliau berharap semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa IKOR UMP untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional. (chy)

Mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP UMP Raih Mendali Perunggu POMNAS JATENG 2025 Cabor Pencak Silat

Arsya Virly Azkana Fitra Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto berhasil Meraih Mendali Perunggu Dalam Ajang POMNAS JATENG 2025 Cabang Olahraga Pencak Silat yang dilaksanakan 23-27 September 2025 di Edutorium UMS. 

Arsya Virly Azkana Fitra yang akrab panggil Virli mengungkapkan rasa kegembiraan dan rasa syukur atas mendali yang diraih, perjuangan yang panjang tak kenal lelah membuahkan hasil yang indah. 

“POMNAS merupakan ajang olahraga tingkat nasional yang sangat bergengsi, di mana para atlet terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia berkompetisi, saya sangat bersyukur bisa meraih mendali di POMNAS Tahun ini,”ungkapnya. 

Virly menambahkan dukungan dari kampus sangat banyak, mendorong ia untuk meraih prestasi terbaik.

“Kampus menyediakan fasilitas latihan yang memadai, seperti lapangan, alat olahraga lengkap, serta akses pelatih profesional yang sangat membantu meningkatkan teknik dan stamina saya,” ungkap virly.

Selain itu, ia menyampaikan pendampingan psikologis dan motivasi dari dosen pembimbing juga sangat berarti, membantu menjaga mental agar tetap kuat dan siap menghadapi kompetisi.

Dr. Yudha Febrianta, M.Or selaku Kepala Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa IKOR UMP yang telah berhasil meraih Juara 3 Cabang Olahraga Pencak Silat pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).

“Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa IKOR UMP, sekaligus mencerminkan kualitas pembinaan dan komitmen kita dalam mengembangkan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ungakapnya. 

Beliau berharap semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa IKOR UMP untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional. (chy)

FKIP UMP Jalin Kerja Sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah untuk Tingkatkan Kompetensi Kebahasaan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan dengan menjalin kerja sama bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan Rencana Implementasi Kerja Sama (RKS) yang digelar di Ruang Sidang FKIP UMP, Rabu, 20 Agustus 2025.

Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laili Sukmawati, S.Pd., M.Hum., dengan disaksikan oleh jajaran Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta sejumlah dosen FKIP UMP.

Dalam sambutannya, Dr. Elly Hasan Sadeli menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk menyinergikan potensi antara dunia akademik dengan lembaga pemerintah, khususnya dalam penguatan penguasaan bahasa Indonesia.

“FKIP UMP memiliki tugas utama mencetak calon pendidik yang unggul dan berdaya saing. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pondasi fundamental, tidak hanya untuk guru Bahasa Indonesia, tetapi juga semua calon guru. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pembinaan langsung dari para ahli,” jelasnya saat dikofirmasi di Purwokerto, Selasa (26/8). 

Sementara itu, Dwi Laili Sukmawati menyambut positif terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai UMP sebagai mitra potensial dalam upaya memartabatkan bahasa Indonesia.

“Balai Bahasa memiliki banyak program, mulai dari penyuluhan kebahasaan, tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), pengembangan literasi, hingga penelitian bahasa. Dengan kerja sama bersama FKIP UMP, program-program ini dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan menjangkau sasaran yang tepat, yaitu calon guru yang kelak menjadi agen pemartabatan bahasa di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya penyelenggaraan workshop dan seminar kebahasaan, pelaksanaan UKBI bagi mahasiswa dan dosen FKIP, pengembangan materi serta media pembelajaran bahasa, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat dalam pelestarian bahasa. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMP juga akan berkesempatan menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Bahasa Jawa Tengah.

Dengan ditandatanganinya RKS ini, FKIP UMP dan Balai Bahasa Jawa Tengah berharap lahir program-program unggulan yang tidak hanya memberi manfaat bagi civitas akademika UMP, tetapi juga berkontribusi luas bagi masyarakat dalam membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.(*/Tgr)



Mahasiswa Prodi Sejarah UMP Terbitkan Buku “Geliat Asia Selatan” Jelang Berangkat KKN

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Angkatan 2022 berhasil menerbitkan buku bunga rampai bertema sejarah Asia Selatan berjudul Geliat Asia Selatan dalam Tulisan: dari Awal Peradaban Hingga Era Pergerakan. Buku ini menghimpun karya tulis mahasiswa yang membahas perjalanan sejarah kawasan Asia Selatan, mulai dari peradaban Mohenjo Daro dan Harappa, era Hindu-Buddha, masa penyebaran Islam, hingga perjuangan kemerdekaan dari penjajahan Barat.

Menariknya, seluruh proses penulisan hingga penerbitan buku dilakukan langsung oleh mahasiswa. Kuntum Fitriana, salah satu penulis yang juga pernah mengikuti program SEA Teacher ke Filipina, mengaku bangga dengan pencapaian ini.

“Rasanya senang karena ini pengalaman pertama menerbitkan buku. Kami jadi tahu bagaimana prosedur penerbitan, mulai dari menulis, mencari penerbit, hingga proses ISBN yang ternyata memakan waktu lama,” ujarnya saat dikonfirmasi di Purwokerto, Kamis (14/8).

Koordinator penyusunan buku, Shafa Dzikrina, mengungkapkan perjalanan penerbitan buku ini penuh tantangan. Awalnya mereka dijanjikan ISBN akan terbit dalam sebulan, namun kenyataannya proses memakan waktu hingga setahun.

“Awalnya dijanjikan satu bulan, tapi sampai lima bulan kami sudah pasrah. Ternyata setahun kemudian penerbit menghubungi dan ISBN terbit. Jadi ini momen yang sangat membahagiakan,” katanya yang kini tengah mengikuti KKN di Banjarnegara.

Tradisi menulis buku sudah menjadi bagian dari kultur akademik di Prodi Pendidikan Sejarah UMP. Karya mahasiswa ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengikuti jejak para dosen berprestasi seperti Prof. Sugeng Priyadi, Asep DK, Arifin Suryo, dan Ipong Jazimah, yang karyanya telah banyak beredar di toko buku nasional.

Shafa berharap terbitnya buku ini dapat memotivasi mahasiswa angkatan berikutnya untuk berkarya.

“Harapannya adik-adik terinspirasi membuat buku, baik secara individu maupun kelompok,” pungkasnya.

Buku Geliat Asia Selatan dalam Tulisan resmi terbit pada Juli 2025, hanya beberapa hari sebelum para mahasiswa berangkat ke lokasi KKN masing-masing, menjadi kado manis sebelum mengabdi di masyarakat.(is/tgr)

Kolaborasi Cerdas: UMP dan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Resmi Jalin Kerja Sama Kembangkan Program Unggulan Keolahragaan

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang ilmu keolahragaan, Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga. Kerja sama ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mewujudkan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, terutama dalam membangun ekosistem pendidikan olahraga yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Ketua Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, S.Pd Jas., M.Or., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk komitmen UMP dalam menjangkau generasi muda yang memiliki potensi di bidang olahraga, baik sebagai atlet, pelatih, maupun tenaga pendidik. 

“Kami percaya bahwa pembinaan olahraga harus dimulai sejak dini dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga untuk mengembangkan kompetensi keolahragaan sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya. 

Yudha menambahkan kerja sama ini meliputi berbagai program, mulai dari pendampingan pembelajaran berbasis sport science, pelatihan keterampilan olahraga, penguatan materi pendidikan jasmani, hingga pembinaan prestasi olahraga di tingkat sekolah maupun daerah. Selain itu, pihak UMP juga membuka peluang beasiswa dan jalur khusus penerimaan mahasiswa baru bagi lulusan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga yang berprestasi di bidang olahraga.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga, Ibu apt. Nur Fitri Widiyanti, S.Si., mengapresiasi langkah IKOR FKIP UMP yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan sekolah. 

Menurutnya, kerja sama ini akan membuka cakrawala baru bagi siswa, khususnya mereka yang memiliki minat di dunia olahraga, baik untuk berkarier sebagai atlet maupun profesional di industri keolahragaan.  

“Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan UMP. Selain mendapatkan pendampingan pembelajaran, siswa kami juga akan memperoleh kesempatan untuk mengenal langsung dunia perkuliahan di bidang olahraga. Hal ini tentu menjadi motivasi besar bagi mereka untuk berprestasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Fitri menjelaskan pihak sekolah berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga dan mendorong lebih banyak siswa yang berprestasi di ajang kompetisi olahraga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup berbagai poin penting, antara lain: Pengembangan Kurikulum Berbasis Sport Science, Pelatihan dan Sertifikasi, Praktik Lapangan dan Magang, Pembinaan Atlet Sekolah., Akses Beasiswa.

Rektor UMP yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Assoc. Prof. Saefurohman, P.hD., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi UMP sebagai kampus unggul, modern, dan islami yang peduli terhadap perkembangan olahraga di daerah. 

Kami ingin menjadi mitra strategis sekolah-sekolah di seluruh Banyumas Raya, termasuk Purbalingga. Dengan adanya kerja sama ini, kami yakin akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” jelasnya.

Selain itu, Saefurohman menambahkan pihak universitas juga akan mengirimkan dosen dan mahasiswa IKOR untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan dan pengabdian masyarakat di lingkungan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga.

Salah satu siswa kelas khusus Olahraga (KKO) yang merupakan program Unggulan Sekolah mengaku sangat antusias dengan adanya kerja sama ini. Menurutnya, kesempatan belajar langsung dari dosen dan mahasiswa IKOR FKIP UMP akan memberikan pengalaman baru yang berharga. 

“Kami jadi lebih semangat latihan karena tahu ada peluang lanjut kuliah di bidang olahraga. Apalagi kalau ada pelatihan dan pendampingan dari kampus, pasti ilmunya lebih banyak,” ujarnya.

Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak merencanakan sejumlah kegiatan yang akan dimulai pada semester mendatang, di antaranya: Workshop Sport Science untuk guru dan siswa, Pelatihan Kebugaran dan Tes Fisik, Program Pembinaan Atlet Potensial. Kerja sama antara Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP dan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga bukan hanya sekadar penandatanganan dokumen, melainkan langkah nyata dalam membangun sinergi pendidikan olahraga yang modern, inovatif, dan berkelanjutan. 

Kaprodi IKOR FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, optimistis bahwa kemitraan ini akan menjadi awal yang baik untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan fisik, mental, dan karakter yang kuat. Pendidikan dan olahraga adalah dua hal yang saling melengkapi. 

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di Purbalingga dan Indonesia pada umumnya, pungkasnya. (*)

Dari Banjarnegara ke Seoul: Nurbaety Lega, Alumni UMP yang Menginspirasi di Panggung Internasional

Di balik toga kelulusan dan senyum hangatnya, tersimpan semangat juang dan dedikasi luar biasa. Dialah Nurbaety Lega, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) asal Banjarnegara angkatan 2020, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Nurbaety menjadi salah satu peserta terpilih dalam program prestisius “Youth Camp for ASEAN & Friend’s Engagement 2025” yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Korea di Seoul, Korea Selatan. Program ini menjadi wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang aktif dalam diplomasi, kerja sama regional, dan pertukaran budaya lintas negara.

Keberhasilan Nurbaety mengikuti program internasional ini bukanlah kebetulan semata. Ia telah menunjukkan dedikasi yang konsisten selama masa studi, membangun kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang membentuk kepercayaan dirinya sebagai pemuda global.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Tidak hanya menambah wawasan tentang hubungan antarbangsa, tetapi juga membuka mata bahwa pemuda dari daerah pun bisa punya peran besar di kancah internasional,” ungkap Nurbaety saat diwawancarai, Senin (4/8).

Pengalaman tersebut, menurutnya, bukan hanya soal prestise, tapi tentang tanggung jawab untuk berbagi inspirasi dan membuktikan bahwa kontribusi nyata dapat dimulai dari langkah kecil namun penuh semangat.

Pencapaian Nurbaety menjadi bukti bahwa alumni kampus daerah pun mampu bersinar dan bersaing di level global. Sosoknya kini menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, untuk terus menggali potensi, berani bermimpi besar, dan menjangkau dunia dengan bekal ilmu dan karakter kuat.

 
“Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk kontribusi yang lebih besar, dan saya berharap bisa mendorong teman-teman lain untuk juga berani menantang batas diri mereka,” tambah Nurbaety, yang kini tengah menyiapkan program lanjutan berbasis penguatan kepemudaan dan diplomasi budaya. Kisah Nurbaety Lega membuktikan, bahwa dari sudut-sudut kampus di daerah pun, lahir anak-anak bangsa yang siap mengukir cerita hebat di panggung dunia. (tgr)

Tingkatkan Eksistensi Global, Mahasiswa PBI UMP Siap Mengajar dan Magang di Thailand

 
 
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional melalui pengiriman mahasiswa dalam program pengajaran dan magang ke Thailand. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UMP bekerja sama dengan Buranakarn Suksa Witya (BSW) School Thailand dan Lukmanulhakim, Yala, mengirimkan tiga mahasiswa terbaik untuk mengikuti program Alumni Teaching dan Magang Pembelajaran (PPL) pada Juli hingga Agustus 2025.
 
Dua alumni UMP, Rinjani dan Resti Sulistyowati, resmi diterima sebagai pengajar di BSW School Thailand dalam program Alumni Teaching yang telah berjalan sejak 2015. Sementara itu, Muhammad Fadly Ardhiansyah akan menjalani program Magang Pembelajaran (PPL) di Lukmanulhakim, Yala, mulai 5 Juli hingga 30 Agustus 2025.
 
Wakil Rektor I UMP Bidang Akademik dan Kerja Sama, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas prestasi dan semangat ketiga mahasiswa tersebut dalam mengharumkan nama institusi. Ia berpesan agar mereka mampu menjaga nama baik UMP dan Indonesia, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru.
 
“Pesan dari kami, jagalah nama baik UMP, jaga nama baik Indonesia, dan semoga dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan tempat kalian bertugas hingga kegiatan selesai,” ujarnya dalam pelepasan resmi para peserta program internasional tersebut.
 
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, Feisal Aziez, Ph.D., menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa UMP menembus peluang internasional ini mencerminkan kesiapan dan kualitas lulusan PBI UMP. Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk memahami budaya lokal dan menjaga etika selama berada di Thailand.
 
“Harus kuat secara mental, menjaga diri dengan baik, dan pelajari budaya di Thailand agar bisa menyesuaikan diri secara maksimal,” pesannya.
 
Feisal juga mengungkapkan bahwa mitra dari BSW School berharap dapat menjalin kerja sama jangka panjang dengan UMP. “Harapan dari mitra kami di sana adalah mahasiswa bisa menandatangani kontrak selama dua tahun dan menginisiasi berbagai kegiatan bersama mahasiswa lokal,” jelasnya.
 
Program ini merupakan bentuk nyata dari internasionalisasi pendidikan tinggi yang dilakukan UMP dan menunjukkan komitmen kuat universitas dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di level global, khususnya di bidang pendidikan Bahasa Inggris.
 
Dengan semangat membawa misi budaya dan pendidikan, para mahasiswa PBI UMP yang berangkat ke Thailand diharapkan dapat menjadi duta-duta bangsa sekaligus agen perubahan yang mempererat hubungan bilateral Indonesia-Thailand di bidang pendidikan.(fnt/tgr)