Catatan Bakti PK IMM Insan Kamil di Sirau Purbalingga

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyaj Insan Kamil PGSD UMP periode 2025/2026 Gelar Follow Up Darul Arqam Dasar (DAD) Kader Baru Tahun 2026, Selama tiga hari (6-8 Februari 2026), Seluruh kader dan pimpinan komisariat terjun langsung ke Desa Sirau, Karangmoncol, Purbalingga. Membawa tema “Internalisasi Nilai Ikatan dan Penguatan Kesadaran Sosial”, kegiatan ini menjadi ruang belajar aplikatif bagi kader untuk menerapkan ilmu yang didapat saat DAD bulan November.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PK IMM Insan Kamil periode 2025/2026 Fadityo Prihantoro Pratama menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat serta warga Desa Sirau yang telah memberikan izin, dukungan, dan kepercayaan kepada kader IMM untuk melaksanakan kegiatan Follow up DAD di desa Sirau. 

“Dengan terselenggaranya Follow Up DAD ini, saya berharapan untuk seluruh kader IMM Insan Kamil dapat mengamalkan nilai-nilai intelektualitasnya kepada masyarakat secara langsung,” ungkap Fadityo Prihantoro Pratama

Ketua Panitia Randhitya Pangestu menjelaskan berbagai kegiatan yang berlangsung diantaranya, Pelatihan pembuatan sapu bersama Immawati sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif lokal,Pengecatan ruang kelas Madrasah Diniyah, perbaikan fasilitas toilet masjid, hingga kerja bakti lingkungan.

Selain kegiatan diatas, ada juga kegiatan IMM Mengajar: Pendampingan belajar bagi santri TPQ dan perlombaan edukatif yang memacu keceriaan anak-anak Desa Sirau dan Senam pagi bersama warga dan malam tasyakuran (tumpengan) sebagai simbol eratnya silaturahmi.

Kepala Desa sirau Bapak Dirun memberi pesan pada seluruh peserta, “Pendidikan memiliki kedudukan penting dalam membentuk generasi berakhlak. Kami mendukung penuh kegiatan mahasiswa IMM dan berharap ilmu ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tuturnya.

Selain itu Bapak Dirin selaku Penanggung Jawab Madrasah Diniyah memberi pesan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi keilmuan dan dedikasi rekan-rekan mahasiswa bagi santri kami.

Follow Up DAD kali ini bukan sekadar penutup rangkaian formal, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan IMM sebagai gerakan intelektual yang membumi, semoga sinergi ini terus berlanjut. (Adt/Chy)

PGSD UMP dan PGSD UM CIREBON SINERGI TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DASAR MELALUI SEMINAR NASIONAL

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan 

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menyelenggarakan Seminar Nasional Internalisasi Nilai Budaya dan Karakter Melalui Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar yang berlangsung khidmat dan penuh antusias. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso dan Dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Arif Nurudin, S.T., M.T.

Seminar nasional ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik, akademisi, dan pemerhati pendidikan dasar untuk mendiskusikan pentingnya internalisasi nilai budaya dan karakter dalam proses pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Dalam sambutannya, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menekankan eratnya hubungan persaudaraan antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa UMP dan UMC merupakan bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang harus terus saling menguatkan.

“UMP dan UMC ini saling bersaudara. UMC adalah salah satu PTMA terbaik yang memiliki fasilitas unggulan seperti hotel dan rumah sakit, serta pertumbuhan mahasiswa yang sangat pesat. Mudah-mudahan seluruh perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah dapat terus bertumbuh dan berkembang secara signifikan,” ujar Prof. Jebul.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan krusial dunia pendidikan saat ini, yakni irrelevansi antara apa yang dipelajari di bangku pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Problem kita hari ini adalah irrelevansi, yaitu tidak match antara apa yang dipelajari dengan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu, kami selaku pendidik harus pintar-pintar dalam mencari dan membangun relevansi agar pembelajaran benar-benar bermakna,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Arif Nurudin, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas undangan dan penyelenggaraan seminar nasional tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antar perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Terima kasih atas sambutan hangat dari UMP. Semoga ke depan UMC dan UMP dapat terus berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Arif Nurudin.

Aji Heru Muslim, M.Pd Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terjalinnya kerja sama yang konstruktif antara PGSD UMP dan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kerja sama ini telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan strategis, salah satunya pelaksanaan seminar nasional yang telah terlaksana dengan baik dengan mengangkat tema internalisasi nilai budaya dan karakter melalui pembelajaran mendalam di sekolah. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran pendidik dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal dan karakter peserta didik secara bermakna, kontekstual, dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar,” ungkapnya.

Selain itu Aji Heru Muslim menambahkan, kerja sama lanjutan direncanakan akan dilaksanakan pada semester genap melalui kegiatan seminar internasional, rekognisi atau pertukaran dosen, serta kolaborasi penelitian bersama antar dosen kedua institusi. 

“Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, pengembangan kompetensi dosen, serta penguatan mutu pendidikan dasar,” pungkasnya. (Aqa/Chy)

Prodi PBI UMP Kirim 11 Mahasiswa Ikuti Program SEA Teacher Outbound di 4 Universitas Ternama di Filipina

Purwokerto – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi mahasiswa dengan mengirimkan 11 mahasiswa untuk mengikuti Program SEA Teacher Outbound Batch XI. Program ini akan berlangsung pada 12 Januari hingga 8 Februari 2026 di empat universitas ternama di Filipina.

Keempat perguruan tinggi tujuan dalam program SEA Teacher Outbound ini meliputi Mariano Marcos State University (MMSU), President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST), dan Capiz State University (CAPSU). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional, khususnya dalam praktik pembelajaran dan pengenalan sistem pendidikan di Filipina.

Adapun mahasiswa PBI UMP yang mengikuti SEA Teacher diantaranya Arnesya Nabila, Damar Adi W., Raihan Ramadhan Armayoga, Sarah Az Zahra, Binta Zakia,

Ghatsa Luqiana Ismah, Nabila Aulia Putri, Nurul Izzah,  Fauzan Nur Sodik, Sidik Ali Sofyan dan Hilman Ikhlasul Amal.

Sarah Az Zahra Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya saat dinyatakan lolos seleksi program SEA Teacher. 

“Saya saat mengetahui lolos seleksi program ini rasanya senang sekali, seperti dreams come true. Bisa merasakan kesempatan pergi ke luar negeri untuk belajar banyak hal, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Sarah menambahkan harapan besar terhadap program ini. Ia ingin mendapatkan pengalaman mengajar dengan pendekatan dan metode pendidikan khas Filipina, sekaligus mengenal kebudayaan serta gaya bersosialisasi masyarakat setempat. 

“Pengalaman ini tentu akan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan profesionalisme sebagai calon pendidik,” tambahnya.

Selain itu, para peserta mengapresiasi dukungan penuh dari Program Studi PBI UMP. Sejak tahap awal seleksi hingga menjelang keberangkatan, prodi dinilai telah memfasilitasi mahasiswa dengan baik, terutama dalam penyediaan informasi dan pendampingan.

 “Prodi selalu mendampingi kami dari awal hingga keberangkatan, serta meyakinkan bahwa program ini akan sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya. 

Dodi Siraj Muamar Zain, Ph.D Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)  menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada mahasiswa PBI UMP yang akan mengikuti program SEA Teacher di Filipina.

“Partisipasi mahasiswa dalam program internasional ini merupakan kesempatan strategis untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, serta wawasan global,” ungkap dodi siroj. 

Lebih lanjut Dodi menambahkan Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya internasional serta menjaga nama baik universitas.

“PBI UMP juga mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan SEA Teacher berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan pengalaman berharga bagi pengembangan akademik dan profesional mahasiswa,” pungkasnya. (Chy)

SEMINAR NASIONAL DAN LOMBA

Sasmita Az’zahra Mahasiswa PGSD UMP Lolos Program SEA Teacher Outbound di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di kancah internasional. Sasmita Az’zahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 5, berhasil lolos dan mengikuti program SEA Teacher Outbound Batch XI yang dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2026 di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina.

Sasmita menjadi satu-satunya perwakilan dari Prodi PGSD UMP yang lolos dalam program bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut. SEA Teacher merupakan program mobilitas internasional yang memberikan kesempatan mahasiswa kependidikan untuk mengajar sekaligus mempelajari sistem pendidikan, metode pembelajaran, serta budaya negara tujuan.

Dalam keterangannya, Sasmita mengaku bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diraihnya. Ia menyampaikan bahwa keberhasilannya lolos program SEA Teacher merupakan motivasi sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa nama baik Prodi PGSD dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto di tingkat internasional.

“Saya sangat bangga dan bersyukur bisa lolos program bergengsi ini, apalagi saya merupakan satu-satunya dari Prodi PGSD. Ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama baik prodi dan UMP di kancah internasional bersama teman-teman lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sasmita berharap selama mengikuti program SEA Teacher di Filipina dapat memperoleh pengalaman berharga, khususnya terkait sistem pendidikan, metode pembelajaran, serta budaya belajar siswa di Filipina. 

“Saya juga menargetkan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya mengajar siswa internasional, kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan” Tegasnya.

Keberhasilan Sasmita tidak lepas dari dukungan penuh Prodi PGSD UMP. Ia menyampaikan bahwa prodi memberikan bantuan yang sangat banyak, salah satunya bantuan finansial serta memfasilitasi berbagai surat dan rekomendasi yang dibutuhkan. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen Prodi PGSD UMP dalam mendorong mahasiswa berprestasi dan berdaya saing global.

Sasmita juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa PGSD, “Jangan ragu untuk mencoba dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk program ke luar negeri. Mahasiswa PGSD juga memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Persiapkan diri sebaik mungkin, terus belajar, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Aji Heru Muslim, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Sasmita Az’zahra yang lolos Program SEA Teacher Outbound Batch XI di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Filipina. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa PGSD UMP memiliki kompetensi akademik, karakter, serta kesiapan untuk bersaing di tingkat global.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UMP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan adaptasi yang baik dalam lingkungan internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Prodi PGSD sekaligus Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aji Heru Muslim menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional seperti SEA Teacher sejalan dengan visi Prodi PGSD UMP dalam mencetak calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan berwawasan global. 

“Kami berharap pengalaman internasional ini dapat ditularkan kepada mahasiswa lain, sehingga semakin banyak mahasiswa PGSD UMP yang termotivasi untuk berprestasi dan memanfaatkan peluang global. Prodi akan terus mendukung dan mendorong mahasiswa agar berani melangkah serta mengembangkan potensi diri secara maksimal,” pungkasnya. (Chy)

UMP Kirim 12 Mahasiswa ikuti Program SEA-Teacher di Filipina

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas 12 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar untuk mengikuti Program SEA-Teacher di Filipina pada hari rabu (7/1/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya UMP dalam memperkuat  internasionalisasi pendidikan serta memberikan pengalaman akademik di tingkat internasional kepada mahasiswa.

Wakil Rektor I UMP, Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan bahwa UMP saat ini memiliki peluang kerja sama internasional yang sangat luas, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga mencakup negara-negara Asia lainnya seperti Jepang dan Korea. 

“Channel kerja sama ke luar negeri itu sebenarnya tidak kurang, ini kesempatan yang sangat baik untuk mahasiswa menambah pengalaman,” ujar Saefurrohman.

Ia menegaskan bahwa pengalaman mengikuti program internasional selama kurang lebih satu bulan akan menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa. Program SEA-Teacher yang akan berlangsung mulai 12 Januari hingga 8 Februari ini dinilai akan menjadi fase berharga dalam kehidupan mahasiswa. Pimpinan universitas, termasuk rektor, disebut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Saefurrohman juga menjelaskan bahwa melalui Biro Kerjasama Urusan Internasional (BKUI), UMP telah mengajukan penyesuaian insentif bagi mahasiswa maupun dosen pendamping agar program internasional semakin diminati. Filipina dipilih sebagai negara tujuan karena memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia serta masyarakat yang ramah dan terbuka terhadap mahasiswa asing.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan fakultas, program studi, dan dosen atas keberhasilan mengirimkan 12 mahasiswa dalam program ini.

“Alhamdulillah, FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada program SEA-Teacher kali ini berhasil mengirimkan 12 mahasiswa. Ini menunjukkan kesiapan mahasiswa FKIP untuk belajar dan berproses di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam kegiatan akademik dan praktik mengajar, tetapi juga dalam mengenal budaya serta lingkungan internasional. Mahasiswa peserta akan ditempatkan di sejumlah perguruan tinggi mitra di Filipina, di antaranya Mariano Marcos State University (MMSU), President Ramon Magsaysay State University (PRMSU), Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST) & Capiz State University (CAPSU).

Perwakilan mahasiswa peserta SEA-Teacher Damar Adi Wicaksono, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester 5, menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan BKUI atas fasilitasi yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa dua belas mahasiswa tersebut terbagi di empat universitas di Filipina.

“Kami berdua belas terbagi di 4 universitas yaitu Arnesya Nabila, Damar Adi W., Raihan Ramadhan Armayoga, dan Sarah Az Zahra, akan melaksanakan program di Mariano Marcos State University (MMSU) dengan akses kedatangan melalui Laoag Airport. Dua mahasiswa, Binta Zakia dan Sasmita Az’Zahra, ditempatkan di President Ramon Magsaysay State University (PRMSU). Selanjutnya, empat mahasiswa lainnya, yaitu Ghatsa Luqiana Ismah, Nabila Aulia Putri, Nurul Izzah, dan Fauzan Nur Sodik, akan mengikuti program di Nueva Ecija State University of Science and Technology (NEUST). Sementara itu, dua mahasiswa, Sidik Ali Sofyan dan Hilman Ikhlasul Amal, ditempatkan di Capiz State University (CAPSU) dengan titik kedatangan di Roxas City Capiz” ungkapnya.

Damar menegaskan program ini menjadi kesempatan bagi kami semua untuk meng-upgrade diri, menambah pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik melalui pembelajaran di lingkungan internasional. 

Mahasiswa PGSD UMP Gelar Pameran Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi pada hari rabu (7/1/2026) sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang diampu oleh Dr. Lia Mareza, M.A., dosen seni rupa PGSD UMP.

Dr. Lia Mareza, M.A., menjelaskan bahwa pada semester ini mata kuliah Pendidikan Seni Rupa diikuti oleh mahasiswa semester tiga dan semester lima. Hal tersebut terjadi karena pada tahun akademik berjalan, Prodi PGSD sedang melaksanakan dua kurikulum secara bersamaan, sehingga terdapat dua angkatan yang mengambil mata kuliah yang sama.

“Dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa terdapat 14 kali pertemuan. Pada tahap awal, mahasiswa dibekali teori, kemudian setiap minggu mereka mempelajari dan mempraktikkan berbagai teknik seni rupa. Setelah menguasai teknik-teknik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk,” jelasnya.

Karya seni rupa tiga dimensi yang dihasilkan merupakan output pembelajaran selama satu semester. Proses pengerjaan karya secara intensif dilakukan pada tiga pertemuan terakhir, sementara proses pengembangan ide dan gagasan telah dimulai sejak setelah Ujian Tengah Semester (UTS).

“Sejak setelah UTS, mahasiswa sudah mulai mempresentasikan gagasan karya. Dari situ saya melakukan kurasi untuk menilai apakah ide tersebut dapat dieksekusi secara teknis. Setelah itu, menjelang tiga pertemuan terakhir, mahasiswa mulai mengeksekusi karya secara material,” ungkap Dr. Lia Mareza, M.A.

Proyek karya seni ini dikerjakan secara kelompok dalam satu kelas. Hal tersebut dilakukan karena mata kuliah seni di PGSD mencakup seni rupa, seni musik, dan seni tari, sehingga setiap mahasiswa memiliki keunggulan yang berbeda.

“Ada mahasiswa yang menonjol pada aspek ide, ada pula yang kuat pada teknik. Oleh karena itu, saya memfasilitasi agar mereka bisa saling berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” tambahnya.

Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari berbagai teknik seni rupa, mulai dari pemilihan karakter, eksplorasi warna melalui lingkaran warna, pembuatan kolase, teknik lilin, melukis dengan cat air, pastel, dan krayon, hingga menggambar sketsa tangan serta melukis objek secara langsung di lapangan.

“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” jelas.

Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru di sekolah dasar. Dengan pemahaman teknik dan proses berkarya, mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kreativitas siswa secara optimal.

“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pameran mata kuliah hasil karya mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi mata kuliah ini. Mahasiswa benar-benar menunjukkan keterampilan, tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam karya nyata. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mereka mampu menghasilkan proyek yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan seni rupa tersebut sangat relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, khususnya dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Selama ini proyek P5 di sekolah sering berupa kegiatan membuat makanan tradisional. Dengan keterampilan seni seperti ini, guru dapat mengarahkan proyek ke kegiatan seni rupa yang melatih kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan nilai karakter lainnya pada siswa,” jelas Aji Heru.

Ia juga menambahkan bahwa karya mahasiswa ini memiliki nilai strategis bagi Program Studi PGSD, termasuk sebagai bagian dari bukti pembelajaran berbasis luaran dalam mendukung proses akreditasi.

“Karya-karya ini akan dipamerkan di lingkungan prodi sebagai salah satu bukti hasil pembelajaran mahasiswa,” tutupnya.

PGSD UMP Gelar Pentas Seni Tari dan Drama 2025, Hadirkan Karya Mahasiswa di Auditorium Ukhuwah Islamiyah

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PGSD UMP) sukses menyelenggarakan “Pentas Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD UMP 2025” pada Jumat, 12 Desember 2025, di Auditorium Ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini menjadi ajang puncak kreativitas mahasiswa yang selama satu semester menyiapkan berbagai pentas, mulai dari pertunjukan tari hingga drama yang dipentaskan oleh mahasiswa semester 3, 5, dan 7.

Acara ini merupakan hasil project kolaboratif mahasiswa selama satu semester, mencakup perencanaan, pembuatan kostum dan properti, penyusunan musik, hingga proses dubbing yang sepenuhnya dikerjakan mandiri oleh mahasiswa. Kegiatan ini juga melibatkan UMKM mitra serta didukung lebih dari 20 sponsor, dengan total 2.300 tiket terjual, belum termasuk pembelian on the spot.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Assoc. Prof. Saefurohman, Ph.D., hadir  sekaligus membuka acara dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang terlibat.

“Mahasiswa di sini hebat-hebat. Buktinya mereka sudah bisa membuat acara sendiri. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Program Studi PGSD UMP sangat berkompeten,” ujarnya.

Beliau juga mengajak para audiens untuk mempertimbangkan PGSD UMP sebagai pilihan tempat melakukan studi.

Koordinator mata kuliah sekaligus pendamping proyek seni, Okto Wijayanti, S.Pd., M.A menyampaikan apresiasinya terhadap proses kerja mahasiswa yang dinilainya semakin matang dari tahun ke tahun.

“Mahasiswa PGSD menunjukkan kemampuan luar biasa. Mereka tidak hanya kreatif dalam seni, tetapi juga mampu bekerja profesional layaknya tim produksi teater. Saya bangga melihat perkembangan mereka tahun ini,” tutur Okto Wijayanti, S.Pd., M.A.

Beliau menambahkan bahwa setiap drama yang dipentaskan memuat nilai moral seperti perjuangan, toleransi, kejujuran, persahabatan, dan empati. Nilai-nilai tersebut sengaja diintegrasikan agar pertunjukan tidak hanya menarik, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi mahasiswa dan tontonan yang mendidik dan mengeduksi siswa Sekolah dasar. Tontonan dan mendidik dan mengedukasi tersebut sebagai pesan moral, terutama hal yang baik patut diteladani.

Dengan terselenggaranya Pentas Seni Tari dan Drama Mahasiswa PGSD UMP 2025, program studi berharap kegiatan ini dapat terus menjadi ruang ekspresi kreatif mahasiswa sekaligus meneguhkan komitmen PGSD UMP dalam melahirkan calon guru yang kompeten, berkarakter, dan berbudaya. (Amr/Chy)

FKIP UMP Selenggarakan Review Kurikulum OBE Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Purwokerto, 10 Desember 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Kegiatan yang dilaksanakan di lantai 2 Gedung FKIP tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan dari berbagai lembaga pendidikan.

Dekan FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., dalam sambutan pembuka menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan dan menegaskan pentingnya posisi Bahasa Arab di era modern.

“Bahasa Arab saat ini bukan hanya bahasa agama, tetapi telah menjadi bahasa diplomasi yang strategis dalam membangun kerja sama internasional di bidang politik, ekonomi, dan sektor global lainnya,” ujarnya.

Dekan juga mengapresiasi kinerja Program Studi dalam proses penyusunan kurikulum yang cepat dan terarah, serta menekankan pentingnya implementasi kurikulum OBE yang berorientasi pada capaian kompetensi nyata mahasiswa.

“Melalui review Kurikulum OBE ini, kami berharap capaian pembelajaran mahasiswa semakin kuat dan presisi, tidak hanya pada aspek kognitif tetapi juga menghasilkan luaran yang aplikatif dan relevan,” tambahnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Muhammad Asdi Nurkholis, S.Pd.I., B.Ed., M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum OBE dilakukan sebagai upaya penyesuaian dengan kebutuhan zaman serta tuntutan dunia kerja.

“Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam pedagogik, linguistik, dan keterampilan abad 21. Kami sangat terbuka terhadap masukan para stakeholder untuk memastikan kurikulum ini adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para stakeholder dari berbagai lembaga, antara lain: UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Pondok Pesantren Muhammadiyah Zam-Zam Cilongok, SD UMP, SMP UMP, dan SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Ma’had Al-Imam Malik, KBIH Surya Amanah Wisata, KBIH Rachmatoellah Semesta Alam.

Para tamu memberikan masukan konstruktif terkait relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan, kualitas pembelajaran, serta kesiapan lulusan di berbagai sektor pendidikan dan non-pendidikan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi finalisasi dokumen kurikulum yang akan menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FKIP UMP pada periode berikutnya. Melalui kegiatan ini, FKIP UMP berkomitmen memperkuat kualitas lulusan PBA agar mampu berdaya saing, adaptif, dan sesuai tuntutan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan keilmuan Bahasa Arab. (Icf/Chy)

IKOR FKIP UMP Jalin Kerjasama Strategis dengan MAN 2 Banjarnegara : Siapkan Generasi Olahragawan Beprestasi

Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan MAN 2 Banjarnegara. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Selasa 28 Oktober 2025, di MAN 2 Banjarnegara, dan menjadi langkah penting dalam mewujudkan kolaborasi pendidikan yang unggul, berkelanjutan, serta adaptif terhadap perkembangan dunia olahraga.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kaprodi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, S.Pd Jas., M.Or., AIFO, serta Kepala  Sekolah M7AN 2 Banjarnegara, Bapak H. Prihantoro Achmad, S.Pd., M.Pd.I. Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh wakil kepala sekolah bagian kurikulum serta para guru Kelas Khusus Olahraga (KKO) di MAN 2 Banjarnegara.

Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen UMP dalam mendukung pengembangan pendidikan olahraga di sekolah serta mempersiapkan generasi muda yang unggul dalam prestasi, karakter, dan keterampilan. 

“IKOR FKIP UMP terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi sekolah melalui kegiatan pembinaan, pelatihan, pemetaan bakat, hingga pendampingan program olahraga berbasis sains. Harapannya, siswa dapat berkembang optimal dan berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 2 Banjarnegara, Bapak H. Prihantoro Achmad mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah maju bagi sekolah, khususnya bagi siswa KKO. Beliau meyakini bahwa kolaborasi antara sekolah dengan perguruan tinggi akan memberikan banyak peluang peningkatan kompetensi, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. 

“Melalui dukungan akademisi dan tenaga ahli IKOR FKIP UMP, program pembinaan atlet di MAN 2 Banjarnegara saya harapkan semakin terarah, profesional, dan mampu menghasilkan atlet berprestasi,”  jelasnya.

Kerja sama ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari praktik pengalaman mahasiswa di sekolah, pelatihan fisik dan mental atlet, peningkatan kompetensi guru, hingga penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam waktu dekat, beberapa kegiatan terjadwal seperti pelatihan pelatih cabang olahraga, talent scouting, serta workshop pengembangan potensi atlet akan segera diwujudkan.

Selain membangun kemitraan, UMP saat ini juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 20262027. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi daftar.ump.ac.id, serta memperoleh informasi lengkap mengenai program studi, jalur pendaftaran, hingga beasiswa melalui pmb.ump.ac.id. Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP menjadi salah satu prodi favorit yang terus berkembang, didukung oleh tenaga pengajar profesional serta fasilitas pembelajaran yang mumpuni. Saat ini di UMP terdapat program studi D3, D4, S1, S2, dan S3. Untuk Prodi D3, D4, S1 sebnayak: 39 Program Studi, untuk S2 sebanyak 12 Program studi dan untuk S3 sebayak 1 Program Studi.

Kerja sama antara IKOR FKIP UMP dan MAN 2 Banjarnegara menjadi wujud sinergi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui olahraga. Dengan semangat kolaboratif, diharapkan lahir bibit-bibit atlet potensial yang mampu membawa nama baik daerah dan bangsa di berbagai kompetisi. (*/chy)