FKIP UMP Jalin Kerja Sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah untuk Tingkatkan Kompetensi Kebahasaan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan dengan menjalin kerja sama bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan Rencana Implementasi Kerja Sama (RKS) yang digelar di Ruang Sidang FKIP UMP, Rabu, 20 Agustus 2025.

Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan FKIP UMP, Dr. Elly Hasan Sadeli, M.Pd., dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laili Sukmawati, S.Pd., M.Hum., dengan disaksikan oleh jajaran Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta sejumlah dosen FKIP UMP.

Dalam sambutannya, Dr. Elly Hasan Sadeli menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk menyinergikan potensi antara dunia akademik dengan lembaga pemerintah, khususnya dalam penguatan penguasaan bahasa Indonesia.

“FKIP UMP memiliki tugas utama mencetak calon pendidik yang unggul dan berdaya saing. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pondasi fundamental, tidak hanya untuk guru Bahasa Indonesia, tetapi juga semua calon guru. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pembinaan langsung dari para ahli,” jelasnya saat dikofirmasi di Purwokerto, Selasa (26/8). 

Sementara itu, Dwi Laili Sukmawati menyambut positif terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai UMP sebagai mitra potensial dalam upaya memartabatkan bahasa Indonesia.

“Balai Bahasa memiliki banyak program, mulai dari penyuluhan kebahasaan, tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), pengembangan literasi, hingga penelitian bahasa. Dengan kerja sama bersama FKIP UMP, program-program ini dapat diimplementasikan secara lebih efektif dan menjangkau sasaran yang tepat, yaitu calon guru yang kelak menjadi agen pemartabatan bahasa di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya penyelenggaraan workshop dan seminar kebahasaan, pelaksanaan UKBI bagi mahasiswa dan dosen FKIP, pengembangan materi serta media pembelajaran bahasa, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat dalam pelestarian bahasa. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMP juga akan berkesempatan menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Bahasa Jawa Tengah.

Dengan ditandatanganinya RKS ini, FKIP UMP dan Balai Bahasa Jawa Tengah berharap lahir program-program unggulan yang tidak hanya memberi manfaat bagi civitas akademika UMP, tetapi juga berkontribusi luas bagi masyarakat dalam membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.(*/Tgr)



Pendidikan Ilmu Keolahragaan

Mahasiswa Prodi Sejarah UMP Terbitkan Buku “Geliat Asia Selatan” Jelang Berangkat KKN

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Angkatan 2022 berhasil menerbitkan buku bunga rampai bertema sejarah Asia Selatan berjudul Geliat Asia Selatan dalam Tulisan: dari Awal Peradaban Hingga Era Pergerakan. Buku ini menghimpun karya tulis mahasiswa yang membahas perjalanan sejarah kawasan Asia Selatan, mulai dari peradaban Mohenjo Daro dan Harappa, era Hindu-Buddha, masa penyebaran Islam, hingga perjuangan kemerdekaan dari penjajahan Barat.

Menariknya, seluruh proses penulisan hingga penerbitan buku dilakukan langsung oleh mahasiswa. Kuntum Fitriana, salah satu penulis yang juga pernah mengikuti program SEA Teacher ke Filipina, mengaku bangga dengan pencapaian ini.

“Rasanya senang karena ini pengalaman pertama menerbitkan buku. Kami jadi tahu bagaimana prosedur penerbitan, mulai dari menulis, mencari penerbit, hingga proses ISBN yang ternyata memakan waktu lama,” ujarnya saat dikonfirmasi di Purwokerto, Kamis (14/8).

Koordinator penyusunan buku, Shafa Dzikrina, mengungkapkan perjalanan penerbitan buku ini penuh tantangan. Awalnya mereka dijanjikan ISBN akan terbit dalam sebulan, namun kenyataannya proses memakan waktu hingga setahun.

“Awalnya dijanjikan satu bulan, tapi sampai lima bulan kami sudah pasrah. Ternyata setahun kemudian penerbit menghubungi dan ISBN terbit. Jadi ini momen yang sangat membahagiakan,” katanya yang kini tengah mengikuti KKN di Banjarnegara.

Tradisi menulis buku sudah menjadi bagian dari kultur akademik di Prodi Pendidikan Sejarah UMP. Karya mahasiswa ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengikuti jejak para dosen berprestasi seperti Prof. Sugeng Priyadi, Asep DK, Arifin Suryo, dan Ipong Jazimah, yang karyanya telah banyak beredar di toko buku nasional.

Shafa berharap terbitnya buku ini dapat memotivasi mahasiswa angkatan berikutnya untuk berkarya.

“Harapannya adik-adik terinspirasi membuat buku, baik secara individu maupun kelompok,” pungkasnya.

Buku Geliat Asia Selatan dalam Tulisan resmi terbit pada Juli 2025, hanya beberapa hari sebelum para mahasiswa berangkat ke lokasi KKN masing-masing, menjadi kado manis sebelum mengabdi di masyarakat.(is/tgr)

Kolaborasi Cerdas: UMP dan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Resmi Jalin Kerja Sama Kembangkan Program Unggulan Keolahragaan

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang ilmu keolahragaan, Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga. Kerja sama ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mewujudkan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, terutama dalam membangun ekosistem pendidikan olahraga yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Ketua Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, S.Pd Jas., M.Or., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk komitmen UMP dalam menjangkau generasi muda yang memiliki potensi di bidang olahraga, baik sebagai atlet, pelatih, maupun tenaga pendidik. 

“Kami percaya bahwa pembinaan olahraga harus dimulai sejak dini dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga untuk mengembangkan kompetensi keolahragaan sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya. 

Yudha menambahkan kerja sama ini meliputi berbagai program, mulai dari pendampingan pembelajaran berbasis sport science, pelatihan keterampilan olahraga, penguatan materi pendidikan jasmani, hingga pembinaan prestasi olahraga di tingkat sekolah maupun daerah. Selain itu, pihak UMP juga membuka peluang beasiswa dan jalur khusus penerimaan mahasiswa baru bagi lulusan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga yang berprestasi di bidang olahraga.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga, Ibu apt. Nur Fitri Widiyanti, S.Si., mengapresiasi langkah IKOR FKIP UMP yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan sekolah. 

Menurutnya, kerja sama ini akan membuka cakrawala baru bagi siswa, khususnya mereka yang memiliki minat di dunia olahraga, baik untuk berkarier sebagai atlet maupun profesional di industri keolahragaan.  

“Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan UMP. Selain mendapatkan pendampingan pembelajaran, siswa kami juga akan memperoleh kesempatan untuk mengenal langsung dunia perkuliahan di bidang olahraga. Hal ini tentu menjadi motivasi besar bagi mereka untuk berprestasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Fitri menjelaskan pihak sekolah berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga dan mendorong lebih banyak siswa yang berprestasi di ajang kompetisi olahraga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup berbagai poin penting, antara lain: Pengembangan Kurikulum Berbasis Sport Science, Pelatihan dan Sertifikasi, Praktik Lapangan dan Magang, Pembinaan Atlet Sekolah., Akses Beasiswa.

Rektor UMP yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Assoc. Prof. Saefurohman, P.hD., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi UMP sebagai kampus unggul, modern, dan islami yang peduli terhadap perkembangan olahraga di daerah. 

Kami ingin menjadi mitra strategis sekolah-sekolah di seluruh Banyumas Raya, termasuk Purbalingga. Dengan adanya kerja sama ini, kami yakin akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” jelasnya.

Selain itu, Saefurohman menambahkan pihak universitas juga akan mengirimkan dosen dan mahasiswa IKOR untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan dan pengabdian masyarakat di lingkungan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga.

Salah satu siswa kelas khusus Olahraga (KKO) yang merupakan program Unggulan Sekolah mengaku sangat antusias dengan adanya kerja sama ini. Menurutnya, kesempatan belajar langsung dari dosen dan mahasiswa IKOR FKIP UMP akan memberikan pengalaman baru yang berharga. 

“Kami jadi lebih semangat latihan karena tahu ada peluang lanjut kuliah di bidang olahraga. Apalagi kalau ada pelatihan dan pendampingan dari kampus, pasti ilmunya lebih banyak,” ujarnya.

Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak merencanakan sejumlah kegiatan yang akan dimulai pada semester mendatang, di antaranya: Workshop Sport Science untuk guru dan siswa, Pelatihan Kebugaran dan Tes Fisik, Program Pembinaan Atlet Potensial. Kerja sama antara Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMP dan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga bukan hanya sekadar penandatanganan dokumen, melainkan langkah nyata dalam membangun sinergi pendidikan olahraga yang modern, inovatif, dan berkelanjutan. 

Kaprodi IKOR FKIP UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, optimistis bahwa kemitraan ini akan menjadi awal yang baik untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan fisik, mental, dan karakter yang kuat. Pendidikan dan olahraga adalah dua hal yang saling melengkapi. 

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di Purbalingga dan Indonesia pada umumnya, pungkasnya. (*)

Dari Banjarnegara ke Seoul: Nurbaety Lega, Alumni UMP yang Menginspirasi di Panggung Internasional

Di balik toga kelulusan dan senyum hangatnya, tersimpan semangat juang dan dedikasi luar biasa. Dialah Nurbaety Lega, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) asal Banjarnegara angkatan 2020, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Nurbaety menjadi salah satu peserta terpilih dalam program prestisius “Youth Camp for ASEAN & Friend’s Engagement 2025” yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Korea di Seoul, Korea Selatan. Program ini menjadi wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang aktif dalam diplomasi, kerja sama regional, dan pertukaran budaya lintas negara.

Keberhasilan Nurbaety mengikuti program internasional ini bukanlah kebetulan semata. Ia telah menunjukkan dedikasi yang konsisten selama masa studi, membangun kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang membentuk kepercayaan dirinya sebagai pemuda global.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Tidak hanya menambah wawasan tentang hubungan antarbangsa, tetapi juga membuka mata bahwa pemuda dari daerah pun bisa punya peran besar di kancah internasional,” ungkap Nurbaety saat diwawancarai, Senin (4/8).

Pengalaman tersebut, menurutnya, bukan hanya soal prestise, tapi tentang tanggung jawab untuk berbagi inspirasi dan membuktikan bahwa kontribusi nyata dapat dimulai dari langkah kecil namun penuh semangat.

Pencapaian Nurbaety menjadi bukti bahwa alumni kampus daerah pun mampu bersinar dan bersaing di level global. Sosoknya kini menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, untuk terus menggali potensi, berani bermimpi besar, dan menjangkau dunia dengan bekal ilmu dan karakter kuat.

 
“Semoga pengalaman ini menjadi langkah awal untuk kontribusi yang lebih besar, dan saya berharap bisa mendorong teman-teman lain untuk juga berani menantang batas diri mereka,” tambah Nurbaety, yang kini tengah menyiapkan program lanjutan berbasis penguatan kepemudaan dan diplomasi budaya. Kisah Nurbaety Lega membuktikan, bahwa dari sudut-sudut kampus di daerah pun, lahir anak-anak bangsa yang siap mengukir cerita hebat di panggung dunia. (tgr)