Pimpinan FKIP

Panduan akademik

untuk panduan akademik download link dibawah ini

download

 

Tujuan

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
  2. Meningkatkan kualitas riset di bidang kependidikan yang relevan, aplikatif, dan mendukung pengembangan inovasi pembelajaran.
  3. Meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil riset dan berorientasi pada pemberdayaan.
  4. Menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam proses pembelajaran dan budaya akademik untuk membentuk karakter pendidik yang berintegritas.
  5. Mewujudkan sistem tata kelola fakultas yang profesional, efisien, transparan, dan akuntabel berbasis teknologi informasi.
  6. Memperluas dan memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri untuk mendukung peningkatan mutu catur darma perguruan tinggi.

Visi Misi

Visi

Visi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah “Menjadi fakultas yang menghasilkan pendidik berdaya saing global, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung nilai-nilai Islam berkemajuan.” Penjabaran visi tersebut adalah:

  1. Menghasilkan pendidik berdaya saing global
    FKIP UMP berkomitmen melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional, mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, serta siap menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan.
  2. Adaptif terhadap perkembangan teknologi
    FKIP UMP mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran, riset, dan tata kelola pendidikan untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21.
  3. Menjunjung nilai Islam berkemajuan
    FKIP UMP menanamkan nilai-nilai keislaman yang progresif dan kontekstual dalam pembentukan karakter, etika, dan perilaku civitas academika.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan pendidik profesional, kompeten, dan berakhlak mulia.
  2. Mengembangkan riset kependidikan yang relevan dan aplikatif sebagai penggerak inovasi dalam proses pembelajaran
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi keilmuan yang solutif dan transformatif.
  4. Menginternalisasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam seluruh aktivitas akademik dan pengembangan karakter civitas academika.
  5. Mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.
  6. Mengembangkan kemitraan strategis dengan lembaga nasional dan internasional untuk mendukung peningkatan mutu pelaksanaan catur darma.

Sejarah

Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Awal Berdirinya IKIP Muhammadiyah Purwokerto

FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto merupakan alih bentuk dari IKIP Muhammadiyah Purwokerto pada tanggal 26 Juli 1995 berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 345/Dikti/Kept.1995. Oleh karena itu, sejarah terbentuknya FKIP UMP tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang IKIP Muhammadiyah Purwokerto.

IKIP Muhammadiyah Purwokerto didirikan pada 3 Dzulhijjah 1384 H / 5 April 1965 M dengan membuka dua fakultas awal:

  • Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jurusan Didaktik Kurikulum
  • Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), Jurusan Ekonomi Umum

Perkembangan pada Tahun 1967 – 1980-an

  • 1967: Jurusan Ekonomi ditutup karena kondisi yang tidak memungkinkan. Mahasiswa kemudian dialihkan ke Fakultas Ekonomi UII Purwokerto dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
  • 1970: Dengan terbentuknya Kopertis Wilayah V (sekarang Wilayah VI) Semarang, IKIP Muhammadiyah hanya menyelenggarakan satu fakultas dengan satu jurusan, yakni FIP Jurusan Didaktik Kurikulum.
  • 1974/1975: Dibuka kembali FKIS dengan Jurusan Pendidikan Geografi.
  • 1981/1982: Dibuka FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni) dengan dua jurusan, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris, yang memperoleh status terdaftar pada tahun 1984.
  • 1982/1983: Program pendidikan Sarjana Muda diubah menjadi Program Sarjana (S1).

Penambahan Jurusan Baru

  • 1983/1984: Dibuka tiga jurusan baru:
    • Jurusan PPB (Psikologi Pendidikan dan Bimbingan) – FIP
    • Jurusan PMP-Kn (Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan) – FPIPS
    • Jurusan Pendidikan Sejarah – FPIPS
  • 1984/1985: Berdiri FPMIPA (Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA) dengan Jurusan Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi.

Dengan demikian, IKIP Muhammadiyah Purwokerto memiliki lima fakultas dengan sepuluh jurusan, semuanya program S1. Beberapa jurusan kemudian mendapat peningkatan status menjadi “Diakui”, di antaranya:

  • Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Pendidikan Bahasa Inggris
  • Pendidikan PPKn
  • Pendidikan Sejarah
  • Pendidikan Geografi

Alih Bentuk Menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Pada tahun 1995, IKIP Muhammadiyah Purwokerto beralih bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Empat fakultas yang ada (FIP, FPIPS, FPBS, FPMIPA) kemudian dilebur menjadi satu, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Perkembangan Program Studi Baru

  • 2007/2008: FKIP membuka Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 1935/D/T/2007.
  • 2008: Dibuka Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD) S1 berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 04/D/T/2008.

Otonomi Perguruan Tinggi

Sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui SK Mendiknas No. 184/U/2001 tentang otonomi perguruan tinggi, FKIP UMP memiliki kewenangan penuh dalam:

Penerbitan ijazah dan transkrip

Penerimaan mahasiswa baru

Pelaksanaan kegiatan perkuliahan

Evaluasi belajar

Halo dunia!

Selamt datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai menulis!

B3 (Berkreasi, Berkarya, dan Belajar) melalui KKN Alternatif Pendampingan Pembelajaran Daring

          Kuliah Kerja Nyata atau yang lebih dikenal dengan nama KKN, bukan suatu hal yang asing lagi bagi mahasiswa jika mendengar kata tersebut. Kuliah Kerja Nyata tentunya menjadi suatu kegiatan wajib bagi mahasiswa semester 6 pada semua Universitas. Universitas Muhammadiyah Purwokerto menjadi salah satu Universitas yang mengadakan kegiatan wajib tersebut. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang saat ini sedang dijalankan merupakan sebuah program alternatif dari KKN itu sendiri, atau bisa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) alternatif. Salah satu fakultas yang mengadakan KKN alternatif adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP). Ada tiga macam program yang ditawarkan pada KKN alternatif FKIP, salah satunya adalah Program Pendampingan Tugas Siswa SMP/SMA/SMK-Sederajat. Program ini menjadikan siswa sebagai sasaran dalam KKN alternatif FKIP.

           Irfan Adi Zestian salah satumahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMP menjadi ketua bersama Non Wulandari dan Novitasari Sistyaningsih mahasiswa mendampingi beberapa siswa dari SMPN 1 Bobotsari Purbalingga dalam pembelajaran daring. Ketiganya mendampingi siswa dalam pengerjaan tugas dan pemberian materi menjadi program kerja utama mereka, dimana mereka memberikan pembelajaran dengan cara daring (dalam Jaringan). Pembelajaran bersifat daring ini tentunya memiliki tantangan tersendiri kepada kelompok mereka, yang mana mereka berperan menjadi seorang “kakak pendamping belajar” melakukan interaksi dengan siswa tanpa melalui tatap muka dan harus memaksimalkan kinerja agar siswa dapat dengan mudah menerima dan memahami materi. Kondisi pandemi ini sendiri yang melatarbelakangi dilakukan pendampingan tugas dan pemberian materi secara daring. Pelaksanaan pembelajaran secara daring acapkali berjalan tidak lancar, banyak rintangan yang mereka alami. Namun kelompok ini dapat mengatasinya dengan membuat sebuah program yang dapat meningkatkan daya pikir kreatif siswa, sehingga siswa tidak bosan hanya melakukan pembelajaran. Progam media kreatif mereka adakan dengan merealisasikannya sebuah materi yang telah mereka dapatkan pada saat KKN Alternatif FKIP.

Program media kreatif yang merujuk pada pembuatan poster, iklan, dan slogan sesuai dengan materi yang diterima pada saat pendampingan belajar kelas bahasa Indonesia. Siswa diberikan sebuah kebebasan untuk berkreasi dalam pembuatan media tersebut, sehingga siswa dapat melakukan kegiatan menyenangkan di tengah-tengah kejenuhan belajar secara daring. Poster menjadi pilihan sebagian besar siswa. Bermacam-macam alasan yang diungkapkan siswa dalam pembuatan poster, iklan, dan slogan tersebut.

“Menjadi pengingat agar kita lebih semangat dalam belajar pada saat-saat karantina Covid 19, Kak,” jelas salah satu siswa kepada mahasiswa tak lupa dengan menunjukan karya dari siswa tersebut. Sebuah poster bertemakan corona dibuat oleh salah satu siswa. Program media kreatif ini tentunya dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pendapat siswa ke dalam sebuah gambar atau karya. Selain itu, program media kreatif tersebut dapat menjadi wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat yang mereka miliki dalam seni lukis dan gambar contohnya. Mahasiswa dibuat kagum oleh hasil karya siswa yang begitu menakjubkan. Karya para siswa mampu membentuk suatu karya seni yang luar biasa untuk usia yang dapat dibilang cukup belia. Para siswa juga telah memiliki daya pikiran dan wawasan yang cukup mengenai pembelajaran daring saat pandemi COVID-19 ini. Hal itu membuktikan bahwa mereka (siswa) tetap memiliki semangat yang tinggi untuk meraih pendidikan dan masa depan mereka di tengah-tengah pandemi COVID-19.