KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

KKN Alternatif Solutif FKIP UMP

“Di era pandemi seperti ini kan kita tidak boleh berkerumun, jadi ya lebih baik kita rancang program kerja memungkinkan dapat dilaksanakan sesuai kondisi yang ada. Bahkan kalau bisa semuanya daring. Kecuali kalau memang harus ada pertemuan yang mendesak, kita perwakilan saja dan harus mematuhi protokol kesehatan tentunya” demikian dinyatakan Februardi Maulana Putra, seorang mahasiswa dari Prodi PBSI Universitas Muhammadiyah Purwokerto, selaku Ketua Kelompok 12 ketika ditanya berkaitan dengan program kerjanya. Ardi, demikian ia biasa dipanggil, kemudian menjelaskan bahwa pada kegitan KKN yang diikutinya tahun ini, ia beserta kelompoknya ditempatkan di daerah Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Ardi dan kelompoknya semula bingung dengan program KKN yang akan diusulkannya. Dalam waktu dua tiga hari ini, ia dan kelompoknya harus segera menyelesaikan proposal kegiatan KKN yang akan dijalaninya pada 31 Juli – 31 Agustus 2021. Ia kemudian mengonsultasikan kegiatannya kepada dosen pembimbing yakni Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Oleh DPL, Ardi disarankan untuk membuat program kerja yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam bidang pendidikan. Atas arahan dari DPL, Ardi berencana membuat program kerja di antaranya membimbing siswa khususnya dalam menggunakan Iptek, membuat kelompok belajar siswa atau tempat les yang akan dilakukan secara hybrid dengan tujuan mencari solusi dari masalah siswa dalam pembelajaran daring dan mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu, Ardi juga akan mendampingi orang tua siswa untuk mengetahui masalah dan mencarikan solusi berkaitan dengan pembelajaran daring saat ini.

Selain arahan dari DPL, Ardi juga sering melihat banyak siswa yang belum menguasai Iptek, terutama dalam membuat video presentasi yang baik. Selain itu, banyak anak yang merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas karena pelajaran yang disampaikan guru kurang jelas akibat daring, terlebih lagi tugas yang sangat banyak membebani siswa. Kemudian, Ardi juga sering melihat orang tua kurang peduli dan tidak mendampingi anaknya, dan ada juga yang merasa kesulitan dalam mendampingi anaknya, terlebih berkaitan dengan masalah Iptek.

Ardi yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir prosi PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto, semula merasa galau memikirkan program kerja apa yang akan dibuatnya. Hal tersebut lantaran pihak Universitas mengharuskan melaksanakan kegiatan secara daring. Ardi berharap dapat membuat proker yang dapat bermanfaat namun tidak merepotkan. Beruntung ia pernah menjadi punya pengalaman menjadi pendamping belajar bagi siswa, sehingga program kerja yang akan ia laksanakanpun di antaranya melaksanakan pendampingan belajar bagi siswa yang merasa kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Tentu saja, kelak program ini ia laksanakan bersama kelompoknya dengan jumlah siswa yang terbatas. Misalnya sekitar 7 – 10 orang. Ardi juga mensyaratkan bagi kelompoknya untuk melakukan pendampingan belajar secara luring, jika diperlukan dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid. Ada sejumlah program kegiatan KKN yang digagas Ardi bersama kelompoknya  misalnya: pendampingan kelompok belajar kecil, Lomba Mewarnai untuk TK – SD, Lomba Baca Puisi dengan tema Kemerdekaan , Lomba Baca Puisi, Lomba Adzan dan Hafalan Al Quran, Bimbingan Membuat Video Presentasi dan kegiatan Baksos seperti bagi-bagi masker dan sembako. Beberapa lomba yang dirancang diselenggarakan secara daring, sehingga tidak menyebabkan terjadi kerumunan.

Ardi dan kawan-kawannya berpendapat bahwa rancangan program yang diusulkannya sebagai bentuk KKN Alternatif Solutif. Sebab, program-program tersebut dibutuhkan masyarakat. Ia bersama kelompoknya berharap rancangan program yang diusulkan dapat disetujui untuk dilaksanakan. Bersama  kelompoknya, Ardi ingin turut memberikan kontribusi nyata di masa pandemi ini melalui kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Ia ingin turut membangun negeri melalui lingkungan terdekatnya. Semoga! (Ana)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *