Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Wijinia, Berkiprah di Tengah Pandemi Covid-19 melalui KKN Tematik

Virus Covid-19 sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk berakhir. Akibat adanya pandemi Covid-19 banyak dampak negatif yang dialami dalam berbagai sektor. Salah satu sektor yang menerima dampak paling besar yaitu sektor pendidikan, terjadi perubahan pada aktivitas belajar mengajar. Sehingga diterapkan pembelajaran secara daring.

Hal tersebut berdampak pula pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tahun ini merupakan  tahun ke dua Universitas Muhammadiyah Purwokerto memberlakukan sistem KKN secara daring. Para mahasiswa peserta KKN ditempatkan di daerah domisili mahasiswa. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Namun karena pandemi Covid-19 membuat mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakatnya di daerah asalnya.

Wijinia Aulia Aryani, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto asal Cilacap, melaksanakan kegiatan KKN secara daring di desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Oleh karena pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan, maka ia harus memanfaatkan media sosial dan media cetak. “Jadi tahun ini FKIP UMP memberlakukan KKN tersendiri yakni “KKN Tematik UMP”. Program kerja yang dilaksanakan menggabungkan dua program, pertama program pendidikan, kedua program kemasyarakatan. Untuk melancarkan kegiatan KKN Tematik ini saya memanfaatkan media sosial dan media cetak. Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan kerumunan sehingga mengurangi angka kenaikan Covid-19,” ungkap wanita yang sering disapa Wijinia saat ditemui di kediamannya.

Oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Eko Muharudin M.Pd., Wijinia disarankan untuk melaksanakan program yang tidak memberatkan bagi dirinya dan kelompoknya. Serta dalam melaksanakan kegiataan harus taat terhadap protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan. Atas arahan DPL, Wijinia berencana membuat program kerja KKN pendidikan yang akan dijalankan diantaranya melakukan bimbingan belajar dan diikuti kuis, menggunakan media youtube untuk proses pembelajaran siswa. Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas siswa ia juga mengadakan kegiatan lomba membuat poster prokes covid-19 melalui instagram.

“Untuk proker kemasyarakatan di desa Rawajaya, Bantarsari Cilacap, yaitu  membuat poster tentang cara menggunakan double masker yang benar. Selain itu ada pula tema lain yaitu tips tips mencegah penularan virus corona seperti rajin mencuci tangan, hindari penggunaan barang pribadi dengan teman, membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kantin yang bersih (higienis). Selain itu juga ada program lain yakni memberikan informasi mengenai Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Kami juga merencanakan ada pembagian masker serta membantu kegiatan vaksinasi Covid-19,” papar Wijinia lanjut.

Meski KKN dilaksanakan secara daring dan dilakukan di daerah masing-masing mahasiswa tapi tetap memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa. Bagi Wijinia, KKN Tematik FKIP UMP yang akan dilaksanakan pada 31 Juli – 31 Agustus 2021 yang akan datang,  membuatnya lebih dekat dengan masyarakat daerah tempatnya tinggal.

“Ada hikmah dari pelaksanaan kegiatan KKN di masa pandemi ini. Walaupun kegiatan berlangsung secara daring namun saya tetap antusias. Banyak kegiatan yang pada akhirnya nanti membuat saya dekat dengan masyarakat,” demikian diharapkan Wijinia. (Ari)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *