Jurus Anti Galau Laksanakan Program Kampus Mengajar 2

Dra. Eko Sri Israhayu, M. Hum.:

Jurus Anti Galau Laksanakan Program Kampus Mengajar 2

Program Kampus Mengajar adalah salah satu program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, dngan menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, dan menjadi mitra guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam mendukung kepala sekolah melakukan efisiensi administrasi dan manajerial sekolah. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kampus Merdeka yang mengizinkan mahasiswa untuk belajar di luar kampus.

“Kampus Mengajar Angkatan 2 ini merekrut 17.000 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 3.400 SD yang sudah ditunjuk dan 3000 mahasiswa akan diterjunkan ke 375 SMP di 34 Provinsi,” demikian dinyatakan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Aris Junaidi. Sasaran Program Kampus Mengajar 2 adalah Sekolah Dasar (SD) dasn Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah 3 T (tertinggal, terluar dan terdepan).

Bagaimana kesan dan perasaan mahasiswa yang diterima dalam Prpgram Kampus Mengajar 2?

“Untuk perasaan saya saat awal seleksi, pastinya saya sangat antusias dan semangat. Berharap sekali bisa diterima dan bisa bertemu dengan teman – teman baru juga bertemu dengan adik – adik siswa SD atau SMP. Saya juga berharap bisa belajar banyak hal dan menambah pengalaman diluar kampus. Setelah itu, perasaan saya saat pengumuman tanggal 21 Juli adalah senang sekali karena saya dinyatakan diterima menjadi peserta Kampus Mengajar 2. Sebelum itu, pengumuman sempat ditunda dan tidak ada kepastian pukul berapa pengumuman bisa dilihat. Saya membuka laman Kampus Merdeka secara berkala seharian penuh tetapi nihil tidak ada pengumuman apapun. Akhirnya setelah tengah malam, saya mencoba membuka lama Kampus Merdeka kembali sebelum tidur. Dan puji syukur saya diterima,” ujar Pipit  Arum Setiana, mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Udayana, mengungkapkan perasaannya.

Tidak hanya Pipit, rasa syukur itu juga dirasakan oleh Nida. Nida Rifdatul Amalia, ia adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Nida merasa senang dan bersyukur bisa lolos di Kampus Mengajar, mengingat yang diterima 22000 dari 36000. Senang bisa diberi kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman beda kampus, bisa kenal dengan dosen luar kampus juga. Bisa dapat ilmu yang banyak dari mentor-mentor di Kampus Merdeka. Program yang ingin Nida lakukan nanti, Nida ingin mengajak siswa-siswa di SD untuk belajar sambil bermain. Pembelajaran yang disisipi permainan atau games, membuat minat siswa untuk belajar menjadi meningkat. Siswa juga akan aktif dalam pembelajaran.

Anisa Amanatul, mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, juga merasa sangat senang dan bersyukur lolos Program Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021. Karena dengan program ini Anisa Amanatul dapat menambah pengalaman hidup. Program yang akan dijalankan Anisa Amanatul ingin menjalankan program untuk memajukan sekolah di mana Anisa Amanatul ditempatkan agar sekolah tersebut tidak terbelakang lagi.

Anisa Kharimatul, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta juga merasa sangat bersyukur dan senang karena lolos kampus mengajar angkatan 2 tahun 2021, yang mana peserta yang mendaftar sebanyak 36.000 dan yang diterima hanya 22.000. Anisa Kharimatul sangat senang karena dengan mengikuti program kampus mengajar ini, ia berharap bisa melatih soft skill-nya, menambah pengalaman, dan ikut serta dalam mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.

Pipit, Nida, Anisa Amanatul dan Anisa Kharimatul, adalah mahasiswa yang diterima dalam Program Kampus Mengajar 2 dengan penempatan lokasi di SD Negeri Trombol 1 Ngunut Sragen. Mereka berjumlah 6 orang. Dua orang lagi yaitu Greynike Puti Astuti dari Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Yunitasari Tyas Ayuwati yang merupakan mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan. Maka dalam kelompok berjumlah 6 orang yang mendapat tugas melaksanakan kegiatan Kampus Mengajar 2 di SDN Trombol 1 Sragen, merupakan mahasiswa yang berasal dari 3 perguruan tinggi, yaitu: Universitas Udayana, Universitas, Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Ahmad Dahlan.

Keenam mahasiswa yang bertugas di SD yang akreditasinya masih C tersebut akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebagai DPL bagi mahasiswa yang bertugas di SDN Trombol 1 Sragen adalah Dra. Eko Sri Israhayu M. Hum.,seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

“Saya akan memberikan pengarahan supaya mahasiswa tidak galau dalam melaksanakan program Kampus Mengajar 2,” demikian dinyatakan Eko Sri Israhayu, yang acapkali disapa dengan Bu Yayuk atau Bunda Yayuk. Oleh karenanya, pada 27 Juli 2021 dilaksanakan koordinasi awal melalui google meet untuk memberikan gambaran kegiatan Kampus Mengajar 2. DPL yang sebelumnya juga bertugas sebagai DPL pada Program Kampus Mengajar 1 ini merasa perlu memberikan informasi-informasi berkaitan dengan program Kampus Mengajar 2. “Supaya mahasiswa yang akan bertugas nanti tidak galau,” demikian dikatakan Yayuk.

Melalui google meet diterangkan sejumlah cara agar pelaksanaan program Kampus Mengajar dapat berjalan dengan baik. Di antaranya Yayuk menjelaskan: (1) Pelajari Panduan Kampus Mengajar 2, (2) Rancangan dan pelaksanaan program disesuaikan dengan analisis kebutuhan dan masalah mitra, (3) koordinasi dengan DPL untuk rancangan dan pelaksanaan program dan (4) segera berkonsultasi jika menemui kesulitan.

“Selain itu mahasiswa juga harus menciptakan komunikasi yang baik dengan mitra Program Kampus Mengajar 2, yaitu Kepala sekolah dan Guru Pamong. Nah, hal lainnya yang cukup penting yaitu berupaya menjaga keharmonisan kelompok dengan cara menghindari adanya kesalahpahaman dalam kelompok.  Hal yang terakhir, supaya mahasiswa tidak bingung dalam membuat logbook ataupun laporan mingguan adalah mahasiswa memiliki ketertiban dalam mendokumentasi program yang dilaksanakan. Buat catatan-catatan dan dokumentasi tertib berupa foto atau video pelaksanaan program,” papar Yayuk panjang lebar menguraikan jurus anti galau dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar 2.

Para mahasiswa yang mengikuti penjelasan Yayuk merasa senang mendapat masukan dari DPLnya. Yunitasari Tyas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, yang merasa sangat bersyukur diterima dalam Program Kampus Mengajar 2 telah merancang kegiatannya untuk ikut berkontribusi pada kegiatan kampus mengajar ini.

“Saya sudah memiliki keinginan sejak Kampus Mengajar 1, tetapi baru kesampaian mendaftar pada kesempatan kampus mengajar 2 ini. Bersyukur juga bisa diberi kesempatan untuk belajar karena saya bukan dari latar belakang pendidikan saya berasal dari prodi Manajemen. Selain itu juga bisa berkenalan dengan teman teman di luar kampus dan bisa berproses lebih baik lagi. Mengingat pada Dapodik Kemendikbud tertera bahwa SD tempat saya ditugaskan tidak memiliki perpustakaan, maka saya dan teman teman akan menjalankan program pojok baca. Harapanya agar dapat meningkatkan kompetensi literasi siswa. Program yang lain yaitu melakukan penambahan materi litersi dan numerasi pada siswa. Dengan bahan ajar yg sudah disediakan modul oleh kemendikbud dan juga bisa dengan peanayangan video serta power point yang menarik agar siswa semangat untuk belajar dan kegiatan belajar tidak monoton,” lanjut Yunita.

Pipit  Arum Setiana, yang ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Kampus Mengajar 2 di SD N Trombol 1 Sragen, menjadi lebih lega setelah mendapat pencerahan dari DPL berkait dengan kegiatan Kampus Mengajar 2.  Ia mengaku lebih jelas berkaitan dengan program Kampus Mengajar 2 dan akan berkoordinasi lebih lanjut berkaitan program kelompoknya. Pelaksanaan  program Kampus Mengajar 2 akan dilaksanakan pada 2 Agustus – 17 Desember 2021. Semoga dapat melakukan yang terbaik, harapnya.* (PAS)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *